UNBITAGOUNBITAGO

Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)

Penelitian ini menganalisis pola perilaku seksual remaja dan implikasinya terhadap kesehatan reproduksi dengan menyoroti kondisi terkini di Provinsi Gorontalo. Temuan menunjukkan bahwa remaja terlibat dalam berbagai bentuk aktivitas seksual mulai dari interaksi fisik ringan hingga hubungan seksual, yang pada sebagian remaja Kota Gorontalo menunjukkan prevalensi cukup tinggi. Peningkatan signifikan kasus infeksi menular seksual dalam dua tahun terakhir memperkuat urgensi masalah ini. Analisis dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola perilaku, tingkat pengetahuan, faktor determinan, serta konsekuensi kesehatan reproduksi. Kajian ini mengungkap bahwa rendahnya pengetahuan, kuatnya pengaruh sosial, pola asuh yang kurang optimal, serta dominasi media digital menjadi faktor utama yang mendorong perilaku berisiko. Temuan menekankan perlunya intervensi yang komprehensif dan kontekstual untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja di wilayah Gorontalo.

Kajian ini menunjukkan bahwa perilaku seksual remaja berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, terutama terkait peningkatan kasus infeksi menular seksual dan rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi.Pola interaksi seksual remaja di Gorontalo mencerminkan aktivitas berisiko yang dipengaruhi oleh lemahnya pengawasan keluarga, pengaruh teman sebaya, dan akses informasi yang tidak terkendali.Diperlukan tindakan terarah dan intervensi kontekstual untuk mencegah dampak kesehatan reproduksi jangka panjang pada remaja.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana pengaruh konten media sosial berbasis video terhadap norma sosial dan persepsi risiko remaja mengenai aktivitas seksual, terutama di daerah pedesaan dan perkotaan dengan karakteristik berbeda. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas program edukasi kesehatan reproduksi yang melibatkan orang tua dan anak secara bersama, untuk mengetahui pendekatan komunikasi keluarga yang paling efektif dalam mencegah perilaku seksual berisiko. Ketiga, penting untuk mengembangkan dan menguji platform digital interaktif yang menyediakan informasi kesehatan reproduksi akurat dan anonim bagi remaja, serta mengevaluasi sejauh mana platform tersebut dapat mengubah pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja di lingkungan dengan akses layanan kesehatan terbatas. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan fokus pada solusi berbasis konteks lokal, penguatan peran keluarga, dan pemanfaatan teknologi secara positif. Semua pendekatan ini perlu dirancang untuk memberikan intervensi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mudah diakses dan relevan dengan realitas kehidupan remaja saat ini. Hasilnya dapat digunakan untuk merancang kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran di tingkat sekolah, keluarga, dan komunitas. Dengan strategi ini, diharapkan dapat menekan angka IMS dan kehamilan tidak diinginkan secara berkelanjutan. Penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan kolaborasi antar sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemerintah daerah. Fokus pada pemberdayaan remaja sebagai agen perubahan juga perlu dipertimbangkan.

Read online
File size309.8 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test