BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social Science

Pemberian ASI eksklusif berarti bayi hanya menerima air susu ibu. Tidak ada cairan atau makanan padat lain yang diberikan, bahkan air kecuali larutan rehidrasi oral, atau tetes/sirup vitamin, mineral, atau obat-obatan. Tingkat pendidikan ibu yang rendah berarti ibu lambat dalam mengadopsi pengetahuan baru, terutama yang berkaitan dengan pola menyusui. Permasalahan pemberian ASI eksklusif berkaitan dengan rendahnya pemahaman ibu, keluarga, dan masyarakat tentang ASI eksklusif. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitis dengan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif analitis menggunakan desain potong lintang, metode pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner untuk menentukan tingkat pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif. Sampel penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata, yaitu 92 responden. Analisis data menggunakan Chi-square dan proses selanjutnya hanya terbatas untuk mencari hubungan (bivariat) menggunakan regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian, variabel yang memiliki hubungan signifikan secara statistik dengan status gizi menunjukkan variabel ASI Eksklusif dengan Tingkat Pengetahuan Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata menggunakan Uji Chi-Square, yaitu (nilai p = 0,006). Saran untuk Dinas Kesehatan: Perlu adanya peningkatan program kesehatan yang berfokus pada intervensi kelompok sebaya, misalnya dengan membentuk edukator sebaya mengingat faktor sebaya juga menentukan sikap terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif.

Berdasarkan uji statistik Chi-square, ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kalumata (p-value = 0,005).Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu dengan pengetahuan yang benar cenderung memberikan ASI eksklusif (20,7% dari total responden), sedangkan mayoritas ibu dengan pengetahuan yang kurang tepat tidak memberikan ASI eksklusif (45,7% dari total responden).Maka dari itu, disarankan untuk mengembangkan program kesehatan yang berfokus pada edukasi gizi, termasuk bagi remaja di sekolah, untuk meningkatkan cakupan dan pemahaman akan pentingnya ASI eksklusif.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu memiliki hubungan signifikan dengan pemberian ASI eksklusif, namun cakupan ASI eksklusif masih rendah. Untuk melengkapi temuan ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi intervensi edukasi. Pertama, menarik untuk meneliti sejauh mana efektivitas program edukasi yang melibatkan kelompok sebaya atau peer educator dalam meningkatkan pemahaman dan praktik pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bisa membandingkan dampak intervensi berbasis sebaya dengan metode edukasi konvensional, serta mengidentifikasi elemen kunci yang membuat program tersebut berhasil dalam konteks lokal Puskesmas Kalumata. Ini akan memberikan panduan yang lebih konkret bagi dinas kesehatan untuk program pencegahan dan promosi kesehatan. Kedua, meskipun pengetahuan itu penting, faktor-faktor lain seperti dukungan sosial dari keluarga dan komunitas, serta pengaruh budaya, juga berperan besar dalam perilaku ibu menyusui. Oleh karena itu, studi mendalam tentang bagaimana faktor-faktor non-pengetahuan, seperti dukungan suami, peran nenek, atau mitos-mitos yang beredar, memengaruhi keputusan dan konsistensi pemberian ASI eksklusif akan sangat bermanfaat. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali persepsi dan pengalaman ibu secara lebih mendalam. Ketiga, mengingat pentingnya edukasi sejak dini, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi pendidikan gizi dan kesehatan reproduksi yang mencakup manfaat ASI eksklusif ke dalam kurikulum sekolah menengah dapat membentuk sikap positif dan meningkatkan kesiapan remaja putri sebagai calon ibu di masa depan. Mengetahui apakah pendekatan ini mampu meningkatkan angka inisiasi dini dan durasi pemberian ASI eksklusif saat mereka dewasa akan menjadi kontribusi berharga untuk upaya peningkatan kesehatan jangka panjang. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memperluas pemahaman kita tentang strategi terbaik untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif secara holistik.

  1. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi di Dusun... e-journal.akesrustida.ac.id/index.php/jikr/article/view/94Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi di Dusun e journal akesrustida ac index php jikr article view 94
  2. PROVIDING EXCLUSIVE ASI WITH THE LEVEL OF MOTHER'S KNOWLEDGE IN THE WORKING AREA OF THE KALUMATA... bajangjournal.com/index.php/IJSS/article/view/9743PROVIDING EXCLUSIVE ASI WITH THE LEVEL OF MOTHERS KNOWLEDGE IN THE WORKING AREA OF THE KALUMATA bajangjournal index php IJSS article view 9743
Read online
File size160.55 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test