CEREDINDONESIACEREDINDONESIA

International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects)International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects)

Modal intelektual sering tidak dicatat secara langsung pada neraca, meskipun informasinya digunakan untuk menciptakan nilai, keunggulan kompetitif, dan meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh modal intelektual terhadap kinerja profitabilitas pada perusahaan industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Modal intelektual diukur dengan pendekatan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC™), yang terdiri atas Value Added Human Capital (VAHU), Value Added Capital Employed (VACA), dan Structural Capital Value Added (STVA), sedangkan profitabilitas diwakili oleh Return on Assets (ROA). Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang diunduh dari situs resmi BEI. Sampel purposif terdiri dari 10 perusahaan selama enam tahun, menghasilkan 60 observasi. Analisis data memakai statistik deskriptif dan regresi linier berganda untuk menguji hipotesis. Hasil menunjukkan bahwa VAHU, VACA, dan STVA secara parsial berpengaruh signifikan terhadap ROA, dan ketiga komponen tersebut secara simultan juga berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen modal intelektual yang efektif dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan industri dasar dan kimia.

Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa semua komponen modal intelektual—Value Added Human Capital (VAHU), Value Added Capital Employed (VACA), dan Structural Capital Value Added (STVA)—memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA) pada perusahaan industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI.Hasil tersebut menegaskan bahwa pengelolaan yang efektif terhadap sumber daya manusia, modal fisik, serta sistem dan teknologi organisasi secara bersamaan dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan.Temuan ini memperkuat perspektif Resource‑Based View bahwa aset tidak berwujud yang dikelola dengan baik menjadi sumber keunggulan kompetitif dan kinerja keuangan yang lebih baik.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana transformasi digital memoderasi hubungan antara modal intelektual (VAHU, VACA, STVA) dan profitabilitas perusahaan industri dasar dan kimia, sehingga memberikan pemahaman tentang peran teknologi informasi dalam meningkatkan nilai tambah. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki pengaruh faktor tata kelola perusahaan atau kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sebagai variabel moderasi pada kaitan antara komponen VAIC dan ROA, guna mengidentifikasi apakah praktik tata kelola yang baik memperkuat efek positif modal intelektual. Akhirnya, sebuah studi longitudinal dengan sampel yang lebih luas dan penambahan variabel intangible lain seperti inovasi produk atau paten dapat mengungkap dinamika temporal hubungan modal intelektual dan profitabilitas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan perubahan signifikan selama periode yang lebih panjang.

Read online
File size321.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test