UMSUMS

Forum GeografiForum Geografi

Ekosistem hutan mangrove memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan pesisir; namun, mereka semakin terancam oleh aktivitas antropogenik dan perubahan iklim. Penilaian kesehatan sangat penting untuk upaya konservasi yang efektif. Namun, teknik pemetaan jarak jauh tradisional seperti indeks vegetasi normalisasi (NDVI) mungkin tidak sepenuhnya menangkap proses fisiologis kompleks yang memengaruhi kesehatan vegetasi. Oleh karena itu, studi ini meneliti dinamika klorofil (Chl) di hutan mangrove menggunakan teknik pemetaan jarak jauh, termasuk NDVI dan metode baru, normalisasi area di atas kurva reflektansi (NAOC), melalui citra satelit Sentinel-2 pada Oktober 2023, dan menganalisis variasi spasial kandungan klorofil (CC) melalui API Google Earth Engine. NDVI dan NAOC-Chl memiliki korelasi lemah (0,47), menyoroti peran saling melengkapi mereka. Rata-rata nilai NDVI dan NOAC-Chl untuk spesies berbeda dianalisis, dan Rhizophora mucronata menunjukkan nilai tertinggi (NDVI: 0,86 ± 0,08, NOAC: 20,48 ± 4,49 𝜇𝑔/𝑐𝑚2), sedangkan Sonneratia alba menunjukkan rata-rata CC terendah (NDVI: 0,73 ± 0,07, NOAC: 13,45 ± 3,02 𝜇𝑔/𝑐𝑚2). Studi ini juga mengungkapkan variasi spasial CC, dengan potensi stres di dekat area perkotaan dan tubuh air, dan vegetasi yang lebih sehat di inti daripada daerah lain. Perbedaan antara utara dan selatan Tiongkok menunjukkan dampak aktivitas manusia dan perubahan iklim. Kami mengamati potensi efek negatif dari pariwisata yang tidak teratur. Studi ini memberikan wawasan untuk strategi konservasi yang informatif dengan menunjukkan nilai menggabungkan teknik pemetaan jarak jauh dan menekankan pentingnya praktik pariwisata berkelanjutan.

Studi ini memberikan wawasan menyeluruh tentang kesehatan hutan mangrove dan dinamika klorofil dalam ekosistem tropis, menggunakan teknik pemetaan jarak jauh canggih.Integrasi NDVI dan NAOC memberikan wawasan halus tentang distribusi klorofil di antara spesies hutan mangrove berbeda.Korelasi rendah antara NDVI dan NAOC-Chl menekankan skenario berbeda yang ditangkap oleh indeks ini, menekankan pentingnya penggunaan komplementer mereka untuk memahami secara menyeluruh kesehatan vegetasi.Utilisasi citra S2 lebih memperkaya pemahaman kita tentang CC, mengungkap variasi spasial yang mengindikasikan stresor dan area vegetasi yang berkembang di dalam lanskap hutan mangrove.Identifikasi nilai Chl yang lebih rendah di dekat area perkotaan dan tubuh air, serta CC yang lebih tinggi di area inti hutan mangrove dibandingkan daerah lain menunjukkan pengaruh aktivitas antropogenik terhadap kesehatan hutan mangrove.Perbedaan spasial antara area studi utara dan selatan menunjukkan dampak potensial dari aktivitas pengembangan, pembuangan limbah, dan skenario perubahan iklim, menekankan kebutuhan penelitian lebih lanjut.Selain itu, studi ini mengatasi konteks yang lebih luas tentang tekanan antropogenik terhadap kesehatan hutan mangrove, secara khusus menyoroti dampak merugikan dari praktik pariwisata yang tidak teratur.Lalu lintas kapal dan aktivitas rekreasi yang terkait dengan pariwisata dapat menyebabkan kerusakan fisik pada ekosistem hutan mangrove, sehingga berkontribusi pada kehilangan area hutan mangrove secara keseluruhan dan mengancam ketahanannya.Efek kumulatif tekanan pariwisata menekankan urgensi menerapkan praktik pariwisata berkelanjutan, regulasi ketat, dan keterlibatan komunitas.Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi dampak negatif dan memastikan pelestarian ekosistem hutan mangrove Bali di tengah industri pariwisata yang berkembang.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak jangka panjang dari pariwisata berkelanjutan terhadap kesehatan hutan mangrove, dengan membandingkan indikator kesehatan vegetasi di area yang dikelola secara berkelanjutan dan tidak berkelanjutan. Selain itu, penelitian bisa mengembangkan metode baru untuk memperkirakan kandungan klorofil menggunakan data multispektral dengan mempertimbangkan faktor lingkungan lokal seperti polusi udara dan salinitas. Terakhir, studi tentang interaksi antara perubahan iklim dan aktivitas manusia dalam memengaruhi variasi spasial klorofil di hutan mangrove dapat memberikan wawasan penting untuk kebijakan konservasi yang lebih efektif. Ketiga saran ini bertujuan untuk mengisi celah pengetahuan dalam pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan, mempertimbangkan faktor-faktor yang kompleks seperti perubahan iklim, aktivitas manusia, dan dinamika ekologis.

  1. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1755-1315/487/1/012022Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1755 1315 487 1 012022
  2. Mapping of the Spatio-Spectral Dynamics of Mangrove Chlorophyll Concentrations via Sentinel-2 Satellite... doi.org/10.23917/forgeo.v38i2.4518Mapping of the Spatio Spectral Dynamics of Mangrove Chlorophyll Concentrations via Sentinel 2 Satellite doi 10 23917 forgeo v38i2 4518
Read online
File size1.11 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test