UNBITAGOUNBITAGO

Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)

Penelitian ini menganalisis peran influencer kesehatan dalam diseminasi informasi publik dengan menyoroti ketegangan antara fungsi edukatif dan kepentingan komersial yang semakin menguat dalam ekosistem media sosial. Menggunakan metode studi literatur sistematis terhadap 52 publikasi internasional dan nasional, penelitian ini memetakan mekanisme pengaruh influencer, dinamika komersialisasi konten, serta implikasinya terhadap literasi kesehatan dan perilaku masyarakat. Hasil kajian menunjukkan tiga tension utama: akses informasi yang meluas namun tidak diimbangi kontrol kualitas; narasi personal yang menarik namun tidak selalu berbasis bukti; serta dorongan algoritmik untuk mengejar engagement yang sering bertentangan dengan tujuan promosi kesehatan. Analisis juga mengungkap gap penelitian pada aspek dampak jangka panjang, interseksionalitas audiens, kualitas informasi digital, dan minimnya kerangka regulasi khusus di Indonesia. Penelitian ini menegaskan perlunya governance komunikasi kesehatan digital yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan publik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa influencer kesehatan memainkan peran ambivalen dalam komunikasi kesehatan digital, menawarkan potensi perluasan edukasi kesehatan namun juga risiko penyebaran misinformasi akibat komersialisasi dan kurangnya kontrol kualitas.Terdapat ketegangan fundamental antara demokratisasi informasi dan kredibilitas, personalisasi dan generalisasi, serta engagement dan optimasi kesehatan.Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang kuat, verifikasi kredensial influencer, peningkatan literasi kesehatan masyarakat, dan kolaborasi multi-stakeholder untuk menciptakan ekosistem komunikasi kesehatan digital yang lebih aman dan berbasis bukti.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang paparan konten influencer kesehatan terhadap hasil kesehatan masyarakat. Kedua, studi interseksional perlu dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana faktor-faktor seperti gender, kelas sosial, dan literasi digital memengaruhi respons individu terhadap informasi kesehatan dari influencer. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan digital dan kemampuan masyarakat dalam membedakan informasi kesehatan yang kredibel dari misinformasi. Penelitian-penelitian ini penting untuk memastikan bahwa ekosistem komunikasi kesehatan digital dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan publik, sekaligus meminimalkan risiko yang mungkin timbul akibat penyebaran informasi yang tidak akurat atau menyesatkan. Dengan memahami dinamika kompleks yang terlibat, kita dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk memberdayakan masyarakat agar membuat keputusan kesehatan yang tepat dan terinformasi.

  1. Fostering Parasocial Relationships with Celebrities on Social Media: Implications for Celebrity Endorsement... doi.org/10.1002/mar.21001Fostering Parasocial Relationships with Celebrities on Social Media Implications for Celebrity Endorsement doi 10 1002 mar 21001
  2. Nudge Units to Improve the Delivery of Health Care | New England Journal of Medicine. nudge units improve... doi.org/10.1056/NEJMp1712984Nudge Units to Improve the Delivery of Health Care New England Journal of Medicine nudge units improve doi 10 1056 NEJMp1712984
Read online
File size397.46 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test