UNIDAUNIDA

JURNAL AGROINDUSTRI HALALJURNAL AGROINDUSTRI HALAL

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat karagenan pada bahan pelapis lidah buaya yang dapat dimakan yang paling sesuai dengan kualitas buah tomat selama penyimpanan. Studi eksperimental ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Selama penyimpanan 16 hari, pelapis yang dapat dicelupkan digunakan pada tomat: K0 (tanpa karagenan), K1 (0,3% karagenan), K2 (0,4% karagenan), K3 (0,5% karagenan), dan K4 (0,6%). Sidik variansi menunjukkan bahwa penambahan karagenan pada lapisan Aloe Vera yang dapat digunakan mempengaruhi kandungan vitamin C, kekerasan, total padatan terlarut, dan penurunan susut bobot. Ini juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap uji deskriptif warna dan tekstur. Perlakuan terpilih pada penelitian ini ialah Edible Coating Aloe Vera dengan penambahan karagenan (K4) 0,6% dalam menjaga mutu buah tomat selama penyimpanan hari ke-16, dengan nilai susut bobot sebesar 4,90%, kekerasan sebesar 7,69 kg/f, total padatan terlarut 1,47 ºBrix, vitamin C 21,65 mg/100g. Penilaian sensoris buah tomat pada perlakuan K4 secara deskriptif mempunyai skor 4,73 (oranye kemerahan), tekstur dengan skor 3,83 (keras).

Penambahan karagenan edible coating lidah buaya pada tomat memberikan pengaruh nyata pada penurunan susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut, dan kandungan vitamin C, serta uji deskriptif warna dan tekstur.Edible coating lidah buaya K4 (penambahan karagenan 0,6 %) adalah perlakuan terbaik dalam menjaga kualitas tomat selama masa simpan 16 hari yaitu nilai susut bobot 4,90 %, kekerasan 7,69 kg/f, jumlah total padatan terlarut 1,47 ºBrix, vitamin C 21,65 mg/100 g.Penilaian sensori tomat pada perlakuan K4 secara deskriptif memiliki skor 4,73 (berwarna jingga kemerahan), tekstur dengan skor 3,83 (bertekstur keras).

Penelitian selanjutnya dapat memeriksa efek kombinasi karagenan dengan bahan pengawet alami lain untuk menilai apakah terdapat sinergi dalam mempertahankan nutrisi dan tekstur tomat selama penyimpanan lebih panjang; meneliti pengaruh variasi waktu dan suhu penyimpanan terhadap efektivitas pelapis tersebut dapat memberikan pemahaman lebih komprehensif tentang dinamika proses postharvest tomat; serta mengevaluasi penerapan pelapis ini pada skala industri guna menilai biaya, skala produksi, dan kemungkinan penerimaan pasar akan mempermudah translasi hasil penelitian ke praktik komersial.

Read online
File size373.22 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test