UNITY ACADEMYUNITY ACADEMY

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya akses terhadap beasiswa yang kini hampir seluruhnya berbasis daring. Namun, keterbatasan literasi digital masih menjadi tantangan serius bagi santri di lingkungan pesantren. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan literasi digital santri kelas akhir MA Madrasatul Quran Tebuireng Jombang dalam mengakses berbagai program beasiswa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan santri dan guru secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan dasar digital santri, khususnya dalam penggunaan email, pendaftaran beasiswa daring, dan penyusunan dokumen digital. Peningkatan rata-rata kemampuan mencapai 47% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Lebih dari sekadar kemampuan teknis, santri juga mengalami peningkatan kepercayaan diri untuk menjelajahi informasi pendidikan tinggi dan membangun jejaring dengan lembaga pemberi beasiswa. Guru pembimbing turut bertransformasi menjadi fasilitator literasi digital, memperkuat budaya kolaborasi dalam pembelajaran. Program ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga membangun model praktik baik yang dapat direplikasi di pesantren lain.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa literasi digital dapat menjadi pintu masuk penting dalam meningkatkan akses pendidikan di kalangan santri.Melalui pendekatan partisipatif, santri kelas akhir MA Madrasatul Quran Tebuireng tidak hanya memperoleh keterampilan teknis seperti pembuatan email, pengisian formulir daring, dan penyusunan dokumen digital, tetapi juga mengalami peningkatan rasa percaya diri untuk menjelajahi peluang pendidikan tinggi.Program ini membuktikan bahwa pesantren, meski dengan keterbatasan fasilitas, mampu beradaptasi terhadap tantangan era digital dan membangun budaya pembelajaran berbasis teknologi.Sebagai tindak lanjut, disarankan pembentukan pusat informasi beasiswa digital di lingkungan madrasah, pengembangan tim relawan literasi digital internal yang berperan sebagai pendamping sejawat, serta perluasan jejaring kerja sama dengan lembaga pemberi beasiswa dan perguruan tinggi mitra.

Untuk melanjutkan penelitian ini, dapat dilakukan dengan fokus pada pengembangan model pembelajaran berbasis digital yang lebih terintegrasi dalam kurikulum pesantren. Penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran sehari-hari, seperti penggunaan platform pembelajaran daring, aplikasi mobile, atau bahkan pengembangan konten digital edukatif. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari peningkatan literasi digital terhadap prestasi akademik santri dan peluang mereka dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren dan mempersiapkan santri menghadapi tantangan era digital.

Read online
File size341.84 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test