JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY

Jurnal Empathy Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat

Stunting merupakan masalah gizi global yang signifikan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Definisi stunting menurut WHO adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat malnutrisi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat. Stunting meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas, mengganggu perkembangan otak dan motorik, serta mempengaruhi fungsi kognitif. Dalam jangka panjang, stunting terkait dengan prestasi akademik yang buruk dan berkurangnya kualitas modal manusia, yang pada akhirnya menghambat perkembangan nasional. Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia masih mencapai 24%, yang mempengaruhi sekitar 6 juta anak di bawah usia lima tahun. Angka ini melebihi ambang batas WHO sebesar 20%. Di Surabaya, stunting juga menjadi masalah kesehatan masyarakat. Menurut Kantor Kota Surabaya untuk Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Perencanaan Keluarga (DP3APPKB), tercatat 1.100 kasus stunting per September 2022. Kasus-kasus ini tersebar di semua kecamatan, yang menunjukkan kebutuhan akan intervensi pencegahan berkelanjutan untuk mendukung target pemerintah kota dalam mengurangi angka stunting secara signifikan.

Psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang aspek psikologis orang tua dalam pencegahan stunting.Pendekatan berbasis masyarakat ini dapat diimplementasikan untuk mengurangi angka stunting melalui pemberdayaan kader posyandu sebagai penyebar informasi kesehatan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas ukuran sampel dan keragaman subjek penelitian. Studi selanjutnya juga harus menggunakan instrumen yang lebih objektif dan melakukan pemantauan jangka panjang untuk memeriksa korelasi langsung antara peningkatan pengetahuan psikologis dan penurunan angka stunting di daerah yang relevan. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan materi kesehatan mental dan pengasuhan psikologis ke dalam program posyandu rutin, sehingga pencegahan stunting dapat dilakukan secara holistik. Terakhir, perlu ada sosialisasi berkelanjutan tentang pencegahan stunting dari perspektif psikologis, bukan hanya fokus pada program pemberian makanan tambahan.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini di Indonesia | Jurnal Obsesi :... doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1169Faktor faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini di Indonesia Jurnal Obsesi doi 10 31004 obsesi v5i2 1169
  2. Empowering Posyandu Cadres: Psychoeducation on the Psychological Role of Parents in Preventing Childhood... jurnalempathy.com/index.php/jurnalempathy/article/view/191Empowering Posyandu Cadres Psychoeducation on the Psychological Role of Parents in Preventing Childhood jurnalempathy index php jurnalempathy article view 191
  3. Login. ciptaan lisensi creative commons atribusi jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/29752Login ciptaan lisensi creative commons atribusi jurnal unpad ac prosiding article view 29752
  4. Evaluasi Dampak ASI Non-Eksklusif dan Gaya Pengasuhan Nutrisi terhadap Risiko Stunting Anak di Komunitas... doi.org/10.55123/insologi.v4i6.6712Evaluasi Dampak ASI Non Eksklusif dan Gaya Pengasuhan Nutrisi terhadap Risiko Stunting Anak di Komunitas doi 10 55123 insologi v4i6 6712
  5. Anak Penderita Stunting dan Psikologis Orang Tua: Kajian di Desa Teluk, Batanghari | JIGC (Journal of... jigc.dakwah.uinjambi.ac.id/index.php/jigc/article/view/63Anak Penderita Stunting dan Psikologis Orang Tua Kajian di Desa Teluk Batanghari JIGC Journal of jigc dakwah uinjambi ac index php jigc article view 63
Read online
File size369.71 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test