PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduChipko Movement merepresentasikan gerakan ekologis yang diinisiasi oleh kelompok perempuan India, dilatarbelakangi aktivitas perusakan lingkungan hutan. Upaya ini kemudian bertransformasi menjadi gerakan advokasi pada lingkungan. Praksis tersebut memiliki linieritas yang sama dengan masyarakat Hindu Bali. Cara untuk menerapkan kosmologi versi masyarakat lokal dilakukan dengan saput poleng (kain dengan warna hitam-puith) serta internalisasi paham Ibu Pertiwi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelestarian lingkungan yang diinisiasi oleh gerakan-gerakan lokal, sehingga berkontribusi dalam praksis ekologis. Penelitian ini mengaplikasikan metode intertekstualitas, dengan menganalisis Chipko Movement dan saput poleng. Chipko Movement dibaca sebagai penegasan perempuan sebagai individu yang ikut bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Realitas tersebut dilihat dari konsistensi dalam menjaga wilayah hutan dari aktivitas penebangan pohon. Gerakan juga terimplementasi dalam tindakan memertahankan tanah serta hutan, karena hutan dan tanah dianggap sebagai komponen substantif masyarakat. Chipko Movement merepresentasikan bentuk social struggling penduduk lokal, kemudian bertransformasi menjadi kesadaran ekologis untuk menjaga wilayah hutan. Gerakan tersebut memiliki korelasi dengan saput poleng di Bali, sebagai cara menjaga wilayah vital seperti hutan dengan melilitkan kain dengan pola melingkar, dengan tujuan melindungi ekosistem sebagai arena sentral dalam kehidupan manusia. Melilitkan saput poleng linier dengan visi pelestarian lingkungan berbasis matrilineal dengan penekanan bahwa, perempuan menjadi agen yang memiliki ekstensi sebagai tummerfrauen. Konklusinya, Chipko Movement dan saput poleng, dengan locus yang terdiferensiasi, akan tetapi tipografinya sama, yakni mengasosiasikan alam sebagai personifikasi dari ibu.
Masyarakat lokal, baik di India dan Bali, memiliki wawasan, kecerdasan dan implementasi ekologis.Kecerdasan ekologis tersebut teraplikasikan dalam berbagai bentuk sesuai dengan konteks sejarah, ruang dan waktunya.Walaupun, corak gerakan pelestarian alam memiliki distingsi, akan tetapi tujuan dari ecology movement tersebut sama, yakni meletakkan kosmos pada posisi egaliter dengan manusia, karena lingkungan juga memiliki status moral.Antara Chipko Movement dan saput poleng, dengan locus yang terdiferensiasi, akan tetapi tipografinya sama, yakni mengasosiasikan alam sebagai personifikasi dari ibu.Maka, keberadaannya memiliki dignity dan anak alam yakni manusia sendiri harus menjaga kehormatan ekologis, dengan berkomitmen menjaga siklus hidup kosmos itu sendiri.Terkhusus di Bali, konsistensi menjaga Ibu Pertiwi diperkuat dengan internalisasi teks suci dan stimulus untuk menjaga entitas kosmologis, sebagai bagian inheren kehidupan sosio-religius, sekaligus sosio-ekologis.
Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Menganalisis lebih lanjut tentang peran perempuan dalam gerakan ekofeminisme di India dan Bali, serta dampak sosial dan budaya yang dihasilkan dari gerakan tersebut. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana gerakan ekofeminisme telah mengubah persepsi dan praktik masyarakat dalam menjaga lingkungan, serta bagaimana peran perempuan sebagai agen perubahan dalam konteks lokal.. . 2. Melakukan studi komparatif antara gerakan Chipko Movement dan saput poleng, dengan fokus pada aspek-aspek seperti strategi, motivasi, dan dampak sosial-ekologis yang dihasilkan. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana gerakan-gerakan lokal ini telah berinteraksi dan saling mempengaruhi, serta bagaimana mereka telah berkontribusi dalam pelestarian lingkungan di masing-masing wilayah.. . 3. Mengembangkan penelitian tentang implementasi konsep ibuisme dalam kosmologi Hindu di Bali, serta bagaimana konsep ini telah mempengaruhi praktik-praktik pelestarian lingkungan di masyarakat Bali. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep ibuisme telah diwujudkan dalam praktik-praktik lokal, seperti saput poleng, dan bagaimana konsep ini telah membentuk hubungan antara manusia dan alam dalam kosmologi Hindu.
| File size | 351.3 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
GOACADEMICAGOACADEMICA Teknik sungging tradisional pada wayang kulit Gagrak Yogyakarta, termasuk Kapi Menda, tidak hanya memperindah penampilan, tetapi juga memiliki nilai simbolisTeknik sungging tradisional pada wayang kulit Gagrak Yogyakarta, termasuk Kapi Menda, tidak hanya memperindah penampilan, tetapi juga memiliki nilai simbolis
YAYASANBHZYAYASANBHZ Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif-kritis melalui studi dokumen terhadap fatwa, pandangan ulama kontemporer, regulasi terkait teknologiPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif-kritis melalui studi dokumen terhadap fatwa, pandangan ulama kontemporer, regulasi terkait teknologi
YAYASANBHZYAYASANBHZ Hasil penelitian menjelaskan perceraian bagi pasangan beragama Islam hanya sah apabila dilakukan melalui putusan Pengadilan Agama. Namun demikian, dalamHasil penelitian menjelaskan perceraian bagi pasangan beragama Islam hanya sah apabila dilakukan melalui putusan Pengadilan Agama. Namun demikian, dalam
PENERBITPENERBIT Hubungan kedua umat dari awal berjalan dengan nilai-nilai toleransi. Meskipun dalam beberapa kondisi sempat terjadi penurunan toleransi, namun hal tersebutHubungan kedua umat dari awal berjalan dengan nilai-nilai toleransi. Meskipun dalam beberapa kondisi sempat terjadi penurunan toleransi, namun hal tersebut
PENERBITPENERBIT Hasil penelitian menunjukkan bahwa pementasan Tari Leko didasarkan pada dorongan religius masyarakat yang dilandasi perasaan tulus ikhlas (ngayah). SecaraHasil penelitian menunjukkan bahwa pementasan Tari Leko didasarkan pada dorongan religius masyarakat yang dilandasi perasaan tulus ikhlas (ngayah). Secara
PENERBITPENERBIT Hasil analisis menunjukkan bahwa Causal Euphoria Ritual Yajña merupakan sejumlah penyebab dari munculnya kesemarakan yang berlebihan dalam sebuah pelaksanaanHasil analisis menunjukkan bahwa Causal Euphoria Ritual Yajña merupakan sejumlah penyebab dari munculnya kesemarakan yang berlebihan dalam sebuah pelaksanaan
PENERBITPENERBIT Pandangan guru dan sekaligus selaku orang tua menyebutkan bahwa Gending Meong-meong dapat dijadikan sebagai media penanaman nilai-nilai kejujuran sepertiPandangan guru dan sekaligus selaku orang tua menyebutkan bahwa Gending Meong-meong dapat dijadikan sebagai media penanaman nilai-nilai kejujuran seperti
PENERBITPENERBIT Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter memiliki peran krusial dalam membentuk pemahaman dan capaian hasil belajar peserta didik. Penerapan karakterTemuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter memiliki peran krusial dalam membentuk pemahaman dan capaian hasil belajar peserta didik. Penerapan karakter
Useful /
UNKLABUNKLAB Penelitian ini mengungkap bahwa harga dinamis dan pengalaman pengguna memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan penggunaan aplikasi GojekPenelitian ini mengungkap bahwa harga dinamis dan pengalaman pengguna memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan penggunaan aplikasi Gojek
GOACADEMICAGOACADEMICA The findings highlight the need for a more inclusive and gender-equity-based approach to enhance the role and effectiveness of community cadres. The studyThe findings highlight the need for a more inclusive and gender-equity-based approach to enhance the role and effectiveness of community cadres. The study
KOMPETIFKOMPETIF Meskipun ada kekhawatiran tentang risiko, siswa merasa percaya diri untuk memulai bisnis jika diberikan dukungan dan bimbingan. Sekolah juga memainkanMeskipun ada kekhawatiran tentang risiko, siswa merasa percaya diri untuk memulai bisnis jika diberikan dukungan dan bimbingan. Sekolah juga memainkan
PENERBITPENERBIT Hal ini diharapkan dapat dipedomani bersama agar kelestarian sumber mata air khususnya yang ada di kedua desa tersebut dapat terpelihara dengan baik sertaHal ini diharapkan dapat dipedomani bersama agar kelestarian sumber mata air khususnya yang ada di kedua desa tersebut dapat terpelihara dengan baik serta