IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Penelitian ini menyoroti tradisi sahur-sahur di Mempawah yang tidak hanya sekedar praktik ritual keagamaan, tetapi juga sebagai warisan budaya. Dari sini, penelitian ini bertujuan mengungkap persoalan tradisi sahur-sahur yang tidak hanya membahas seputar pemaknaan budaya yang ada di dalamnya, tetapi juga pesona dakwah dan dampak positifnya dalam lingkungan sosial. Penelitian ini diulas secara deskriptif eksploratif yang dibantu oleh sejarah lisan (oral history) dengan mengumpulkan data dari literatur review, observasi, dan wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi sahur-sahur memuat dimensi keagamaan, kebersamaan, dan kebudayaan serta menciptakan warisan budaya yang ekspresif. Tradisi ini memuat pesona dakwah tersendiri karena bergeser menjadi festival sahur yang di dalamnya terdapat beragam kegiatan dari ceramah, pengajian, dan pertunjukan seni. Implikasi sosialnya meningkatkan solidaritas masyarakat, pengembangan pariwisata budaya, dan stimulan kreativitas.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi sahur-sahur di Mempawah memiliki makna yang mendalam, tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai representasi kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat.Evolusi tradisi ini menjadi festival sahur menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.Keberlanjutan tradisi ini perlu dijaga melalui inovasi dan partisipasi aktif masyarakat, sehingga dapat terus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam melestarikan warisan budaya dan memperkuat semangat kebangsaan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif terhadap tradisi sahur di berbagai daerah di Indonesia untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam praktik dan maknanya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran teknologi dalam mempromosikan dan melestarikan tradisi sahur, serta dampaknya terhadap partisipasi masyarakat. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana tradisi sahur dapat diintegrasikan dengan program-program pembangunan ekonomi lokal, khususnya dalam sektor pariwisata dan kerajinan tangan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tradisi sahur sebagai bagian penting dari identitas budaya Indonesia dan potensi kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.

  1. Conflict and Harmony between Islam and Local Culture in Reyog Ponorogo Art Preservation | Riyadi | el... doi.org/10.18860/el.v18i2.3498Conflict and Harmony between Islam and Local Culture in Reyog Ponorogo Art Preservation Riyadi el doi 10 18860 el v18i2 3498
Read online
File size555.97 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test