ASIAASIA

RISTANSI: Riset AkuntansiRISTANSI: Riset Akuntansi

Penelitian ini bertujuan memahami makna aset dalam Upacara Nyelamak Dilaok dari sudut pandang akuntansi menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi fenomenologi. Pendekatan ini memungkinkan eksplorasi mendalam tentang pengalaman dan makna budaya yang terkait dengan upacara tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan pencatatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan metode fenomenologis untuk mengidentifikasi pola makna yang dihayati oleh partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Upacara Nyelamak Dilaok merupakan aset budaya yang bernilai dalam konteks budaya, spiritual, dan keberlanjutan komunitas. Temuan ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya upacara sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus relevansinya dalam akuntansi. Penelitian ini menyoroti peran budaya dalam kehidupan masyarakat dan pentingnya menghargai nilai-nilai budaya dari praktik tradisional. Temuan ini diharapkan menjadi dasar dalam pengelolaan dan pelestarian warisan budaya yang signifikan bagi masyarakat yang melaksanakannya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Upacara Nyelamak Dilaok merupakan aset budaya yang memiliki nilai tak berwujud dalam bentuk budaya dan spiritualitas, yang memberikan dampak mendalam bagi komunitas pelaksananya.Upacara ini menjadi investasi jangka panjang yang membutuhkan komitmen sumber daya untuk menjaga identitas budaya dan keterhubungan antargenerasi.Akuntansi konvensional memiliki keterbatasan dalam mengukur nilai-nilai budaya dan spiritual, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih inklusif untuk mengakomodasi warisan budaya dalam pelaporan dan pengelolaan aset.

Pertama, perlu dilakukan penelitian komparatif mengenai upacara serupa di berbagai komunitas pesisir untuk memahami bagaimana nilai budaya dan spiritual diakui sebagai aset dalam konteks ekonomi lokal. Kedua, penting untuk mengembangkan model penilaian kuantitatif dan kualitatif yang dapat mengukur dampak sosial dan budaya dari upacara adat seperti Nyelamak Dilaok, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam sistem pelaporan komunitas atau desa. Ketiga, perlu dikaji bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk mendokumentasikan, melestarikan, dan mengkomunikasikan nilai-nilai budaya dari upacara ini kepada generasi muda dan publik luas dalam bentuk aset digital yang terstruktur dan berkelanjutan.

  1. Komik Digital Berbasis Keberagaman Budaya Indonesia Sebagai Media Literasi Siswa Sekolah Dasar | Nurjanah... doi.org/10.33603/deiksis.v9i2.8230Komik Digital Berbasis Keberagaman Budaya Indonesia Sebagai Media Literasi Siswa Sekolah Dasar Nurjanah doi 10 33603 deiksis v9i2 8230
  2. TRADISI TOMPANGAN DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI | RISTANSI: Riset Akuntansi. tradisi tompangan perspektif... jurnal.stie.asia.ac.id/index.php/ristansi/article/view/348TRADISI TOMPANGAN DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI RISTANSI Riset Akuntansi tradisi tompangan perspektif jurnal stie asia ac index php ristansi article view 348
  3. Penggunaan Kecerdasan Buatan Sebagai Infrastruktur Pengelolaan Aset Birokrasi dan Korporasi | JIIP -... doi.org/10.54371/jiip.v6i12.3486Penggunaan Kecerdasan Buatan Sebagai Infrastruktur Pengelolaan Aset Birokrasi dan Korporasi JIIP doi 10 54371 jiip v6i12 3486
  4. Nyelamak Dilaok : Sebuah Tradisi Selametan Masyarakat Pesisir Tanjung Luar Lombok Timur | AS-SABIQUN.... doi.org/10.36088/assabiqun.v3i1.1326Nyelamak Dilaok Sebuah Tradisi Selametan Masyarakat Pesisir Tanjung Luar Lombok Timur AS SABIQUN doi 10 36088 assabiqun v3i1 1326
Read online
File size671.17 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test