ANTISPUBLISHERANTISPUBLISHER

Journal of Learning on History and Social SciencesJournal of Learning on History and Social Sciences

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik sosial pernikahan dini di masyarakat, dengan fokus pada peran ulama sebagai modal budaya dan simbolik dalam mengubah praktik ini. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus, dimulai dengan identifikasi kasus-kasus spesifik seperti individu, kelompok, institusi, atau persahabatan. Data dikumpulkan melalui wawancara interaktif dan mendalam, FGD, serta interpretasi peristiwa. Instrumen penelitian menggunakan instrumen manusia untuk pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Hasil: Pernikahan dini umum terjadi di komunitas terpinggirkan, dan perubahannya memerlukan strategi serta sinergi dari ulama, pemerintah, akademisi, dan masyarakat, yang dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan. Kebaruan: Penelitian ini menekankan pendidikan berbasis budaya dan peran ulama serta masyarakat dalam program pencegahan stunting, menawarkan pendekatan yang lebih empatik yang berakar pada pemahaman budaya.

Praktik pernikahan dini marak terjadi di komunitas terpinggirkan dengan tingkat pendidikan rendah dan kondisi ekonomi lemah, di mana peran ulama sebagai modal budaya dan simbolik sangat penting dalam pencegahannya.Perubahan praktik sosial ini memerlukan sinergi sistematis dan berkelanjutan dari ulama, pemerintah, akademisi, dan masyarakat.Pendidikan berbasis budaya yang melibatkan ulama dan masyarakat dapat secara efektif berkontribusi pada pencapaian tujuan pencegahan stunting melalui pendekatan empati dan kepercayaan yang berakar pada pemahaman budaya.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih dalam dampak jangka panjang program pendidikan berbasis budaya terhadap praktik pernikahan dini, tidak hanya dari segi angka penurunan, tetapi juga perubahan kualitatif dalam norma dan persepsi masyarakat. Penting untuk menguji efektivitas strategi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah (LSM), dan tokoh masyarakat selain ulama, seperti pemimpin perempuan lokal atau tokoh pemuda, untuk melihat bagaimana sinergi mereka dapat dioptimalkan demi perubahan yang lebih holistik dan berkelanjutan. Selain itu, perlu dianalisis peran teknologi dan media sosial dalam memengaruhi pandangan generasi muda mengenai pernikahan dini; apakah kampanye edukasi digital atau platform komunitas daring dapat menjadi alat yang ampuh untuk melawan kebiasaan lama. Mengingat temuan bahwa pernikahan dini sering terjadi di komunitas dengan kondisi ekonomi lemah, studi berikutnya dapat menyelidiki secara spesifik bagaimana program pemberdayaan ekonomi yang terintegrasi dengan pendidikan kesehatan reproduksi dan hak-hak anak dapat secara langsung mengurangi angka pernikahan dini. Sebuah studi komparatif mengenai dampak intervensi ekonomi yang berbeda terhadap perilaku pernikahan di beberapa komunitas terpinggirkan akan sangat berharga, guna memperoleh pemahaman komprehensif mengenai strategi pencegahan pernikahan dini yang paling efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

  1. FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERNIKAHAN DINI PADA PEREMPUAN | Hardianti | Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial.... doi.org/10.24198/focus.v3i2.28415FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERNIKAHAN DINI PADA PEREMPUAN Hardianti Focus Jurnal Pekerjaan Sosial doi 10 24198 focus v3i2 28415
  2. Educational Value of Indonesian Feminism in Kitab Sarinah | Academia Open. educational value indonesian... doi.org/10.21070/acopen.7.2022.5930Educational Value of Indonesian Feminism in Kitab Sarinah Academia Open educational value indonesian doi 10 21070 acopen 7 2022 5930
Read online
File size409.88 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test