KHATECKHATEC

Indonesian Journal Of Exercise Therapy And RehabilitationIndonesian Journal Of Exercise Therapy And Rehabilitation

Latar Belakang:. Rekonstruksi ligamen krusiatum anterior (ACL) sering dilakukan untuk memulihkan stabilitas lutut; namun, banyak pasien mengalami defisit persisten dalam kekuatan otot dan kinerja fungsional, yang menyoroti pentingnya strategi rehabilitasi yang efektif. Latihan rantai kinetik tertutup (CKC) banyak diterapkan karena keunggulan biomekaniknya dalam meningkatkan stabilitas sendi dan kontrol neuromuskular, namun efektivitasnya masih dilaporkan bervariasi.. Tujuan:. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis dan mensintesis efek latihan CKC terhadap kekuatan otot dan hasil fungsional setelah rekonstruksi ACL.. Metode:. Desain tinjauan sistematis digunakan dengan pencarian terstruktur di seluruh database elektronik utama untuk studi yang diterbitkan antara tahun 2022 dan 2026. Kriteria kelayakan termasuk studi yang melibatkan pasien rekonstruksi ACL yang menjalani rehabilitasi berbasis CKC dengan hasil yang dilaporkan tentang kekuatan otot dan/atau kinerja fungsional. Total enam studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Data diekstraksi dan disintesis menggunakan pendekatan naratif, dengan fokus pada domain hasil utama termasuk kekuatan otot, kinerja fungsional, dan stabilitas graft.

Latihan rantai kinetik tertutup (CKC) merupakan komponen penting dari rehabilitasi ACL, dengan hasil yang optimal dicapai melalui pendekatan terintegrasi dan individual.Penelitian ini memberikan wawasan teoretis dan praktis untuk mengembangkan protokol rehabilitasi berbasis bukti, meskipun penelitian berkualitas tinggi lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan pedoman standar.Secara keseluruhan, latihan CKC berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot, stabilitas sendi, dan kinerja fungsional.Keuntungan kekuatan yang lebih besar diamati ketika CKC dikombinasikan dengan modalitas latihan lain, sementara CKC saja menunjukkan keamanan yang konsisten dalam mempertahankan integritas graft.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan protokol rehabilitasi CKC yang terstandarisasi, dengan mempertimbangkan variasi dalam jenis latihan, intensitas, frekuensi, dan durasi. Kedua, studi prospektif dengan desain randomized controlled trial (RCT) yang ketat diperlukan untuk secara definitif membandingkan efektivitas CKC dengan modalitas rehabilitasi lainnya, seperti latihan rantai kinetik terbuka (OKC) dan pelatihan neuromuskular. Ketiga, penelitian di masa depan harus menggabungkan pengukuran multidimensi, termasuk parameter biomekanik, kontrol neuromuskular, dan faktor psikologis, untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hasil rehabilitasi ACL. Penelitian-penelitian ini akan membantu mengoptimalkan strategi rehabilitasi dan meningkatkan hasil jangka panjang bagi pasien yang menjalani rekonstruksi ACL, sehingga memungkinkan mereka untuk kembali ke tingkat aktivitas sebelumnya dengan aman dan efektif.

  1. Slowed-Down Rehabilitation Following Percutaneous Repair of Achilles Tendon Rupture - Nicola Maffulli,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/10711007211038594Slowed Down Rehabilitation Following Percutaneous Repair of Achilles Tendon Rupture Nicola Maffulli journals sagepub doi 10 1177 10711007211038594
  2. Which jump test is most sensitive for classifying ACL injury history in fatigued or non-fatigued athletes?... doi.org/10.36950/2024.4ciss031Which jump test is most sensitive for classifying ACL injury history in fatigued or non fatigued athletes doi 10 36950 2024 4ciss031
  3. The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews | PLOS Medicine. prisma... doi.org/10.1371/JOURNAL.PMED.1003583The PRISMA 2020 statement An updated guideline for reporting systematic reviews PLOS Medicine prisma doi 10 1371 JOURNAL PMED 1003583
Read online
File size418.4 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test