JURNALSTIKESINTANMARTAPURAJURNALSTIKESINTANMARTAPURA

Journal of Intan NursingJournal of Intan Nursing

Pendahuluan: Prevalensi stroke non hemoragic di Kabupaten Banjar tahun 2024 menduduki peringkat 2 dari seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Kelemahan anggota gerak pada klien stroke non hemoragic dapat mempengaruhi kekuatan otot, melemahnya otot disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak yang menjadi penyebab gangguan fungsional. Tujuan: Menganalisis efektivitas latihan motorik halus meremas bola terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragic di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Metode: Desain eksperimental one group pretest posttest dengan 15 responden yang diberikan intervensi latihan meremas bola, menggunakan kuesioner Wrist Hand Disability Index (WHDI) dan analisis bivariat uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Nilai mean skor gangguan fungsional menurun dari 61,60 (SD 19,364) pada pre‑test menjadi 36,27 (SD 16,714) pada post‑test, dengan nilai p = 0,001 (< 0,05) menunjukkan penurunan yang signifikan. Kesimpulan: Latihan motorik halus meremas bola efektif dalam menurunkan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non hemoragic.

Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan motorik halus meremas bola berpotensi meningkatkan fungsi ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non‑hemoragik.Intervensi sederhana ini dapat menjadi bagian dari asuhan keperawatan rehabilitatif untuk mendukung pemulihan fungsi motorik, khususnya pada layanan kesehatan primer.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi tiga arah utama. Pertama, dilakukan studi komparatif antara terapi cermin dan latihan meremas bola untuk mengetahui mana yang lebih efektif meningkatkan fungsi motorik halus ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non‑hemoragik. Kedua, peneliti dapat menyelidiki hubungan dosis‑respons antara intensitas latihan handgrip menggunakan perangkat yang dapat disesuaikan dengan perubahan kekuatan otot serta dampaknya terhadap skor WHDI selama periode rehabilitasi tiga bulan. Ketiga, dapat dikaji manfaat integrasi latihan realitas virtual berbasis tugas fine‑motorik bersama latihan meremas bola dalam mempercepat reorganisasi neuroplastis dan memperbaiki kemandirian aktivitas harian. Ketiga studi tersebut diharapkan memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk memperluas pilihan intervensi fisioterapi pada layanan kesehatan primer.

  1. One moment, please.... moment please wait request verified ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/view/1950One moment please moment please wait request verified ji unbari ac index php ilmiah article view 1950
Read online
File size289.99 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test