USMUSM

Indonesian Journal of Spatial PlanningIndonesian Journal of Spatial Planning

Kota Bandar Lampung menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) sebagaimana diamankan oleh regulasi, di mana luas RTH yang tersedia masih jauh dari standar minimal. Sempadan rel kereta api memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai ruang terbuka hijau multifungsi guna mendukung lingkungan perkotaan yang berkelanjutan, meningkatkan interaksi sosial, dan menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas RTH pada kawasan sempadan rel berdasarkan persepsi masyarakat. Metode yang digunakan adalah analisis Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi kesenjangan antara harapan dan kenyataan, serta Potential Gain Customer Value (PGCV) untuk menentukan prioritas peningkatan kualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek infrastruktur, aksesibilitas, dan kenyamanan sebagai tempat berkumpul memiliki kinerja yang baik, sementara keamanan area bermain, sarana tempat sampah, dan kondisi fisik lingkungan membutuhkan perbaikan. Dengan pemanfaatan yang terencana dan berbasis data, kawasan sempadan rel dapat diintegrasikan sebagai RTH yang relevan dan fungsional, memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan partisipatif dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan sempadan rel untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan di Kota Bandar Lampung.

Berdasarkan penelitian, kualitas ruang terbuka hijau (RTH) pada kawasan sempadan rel kereta api di Kota Bandar Lampung perlu ditingkatkan, terutama terkait keamanan dan kenyamanan sebagai tempat berkumpul.Analisis Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa infrastruktur, aksesibilitas, dan kenyamanan sudah baik, namun aspek keamanan area bermain dan kondisi lingkungan masih memerlukan perhatian.Dengan pendekatan partisipatif dan pemanfaatan yang terencana, kawasan sempadan rel dapat dioptimalkan sebagai RTH multifungsi yang mendukung interaksi sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai preferensi masyarakat terhadap fasilitas dan aktivitas yang ideal di kawasan sempadan rel, dengan mempertimbangkan aspek demografi dan gaya hidup. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pengelolaan RTH sempadan rel yang partisipatif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti masyarakat, pemerintah daerah, dan operator kereta api. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi integrasi RTH sempadan rel dengan sistem transportasi aktif, seperti jalur sepeda dan trotoar yang nyaman, untuk mendorong mobilitas berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

  1. Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI) | Jurnal Teknologi dan Informasi. vol jurnal... doi.org/10.34010/jati.v11i2Vol 11 No 2 2021 Jurnal Teknologi dan Informasi JATI Jurnal Teknologi dan Informasi vol jurnal doi 10 34010 jati v11i2
Read online
File size482.13 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test