UBMUBM

PsibernetikaPsibernetika

Remaja internet memiliki peranan penting bagi siapapun termasuk pada remaja yang lahir di era digital. Meski dapat membawa kemudahan, internet tetap dapat membawa dampak negatif. Salah satu dampak yang dapat dirasakan oleh remaja adalah munculnya fear of missing out dan perilaku phubbing. Jadi, tujuan penelitian ini dilaksanakan adalah untuk mencari . Adapun jumlah responden penelitian ini adalah sebanyak 550 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan alat ukur Online Fear of Missing Out (ON‑FoMO) dan Generic Scale of Phubbing (GSP). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang bersifat searah antara fear of missing out dengan perilaku phubbing pada remaja. Dalam penelitian ini, remaja yang mengalami fear of missing out berada pada kategori sedang (33,5%), sedangkan yang mengalami perilaku phubbing berada pada kategori rendah (42%). Berdasarkan hasil uji beda, dapat diketahui bahwa jenis kelamin yang lebih umum memunculkan perilaku FoMO dan phubbing adalah perempuan. Berdasarkan usia, tidak terdapat perbedaan baik pada variabel FoMO maupun phubbing. Berdasarkan aplikasi yang paling sering digunakan, media sosial lebih besar potensinya dalam memunculkan FoMO dan game lebih besar potensinya dalam memunculkan perilaku phubbing. Berdasarkan media sosial yang paling sering digunakan, tidak ada perbedaan, baik pada variabel FoMO maupun phubbing.

Terdapat hubungan positif dan searah antara fear of missing out dengan perilaku phubbing pada remaja.semakin tinggi FoMO, semakin tinggi profil phubbing.Peringkat FoMO pada sampel berada di kategori sedang, sedangkan level phubbing berada di kategori rendah.Remaja perempuan menunjukkan tingkat FoMO dan perilaku phubbing yang lebih tinggi dibandingkan laki‑laki, dengan durasi penggunaan smartphone 7‑10 jam atau lebih meningkatkan potensi kedua variabel tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat menjelajahi mekanisme mediasi antara kontrol diri dan persepsi sosial media sebagai perantara dalam hubungan FoMO terhadap perilaku phubbing, sehingga dapat diidentifikasi faktor psikologis yang lebih mendalam. Selain itu, studi longitudinal dapat membantu memahami dinamika perubahan FoMO dan phubbing dalam periode transisi penting remaja, misalnya dari sekolah menengah pertama ke atas, sehingga dapat diukur dampak jangka panjang. Akhirnya, sebuah eksperimen intervensi berbasis aplikasi smartphone yang mempromosikan mindfulness dan self‑regulation dapat dievaluasi untuk menilai efektivitas pendekatan digital dalam mengurangi FoMO dan phubbing, memberikan implikasi praktis bagi pengembang aplikasi dan pendidik.

  1. Negative consequences from heavy social networking in adolescents: The mediating role of fear of missing... doi.org/10.1016/j.adolescence.2016.12.008Negative consequences from heavy social networking in adolescents The mediating role of fear of missing doi 10 1016 j adolescence 2016 12 008
  2. Causes and impacts of phubbing on students in a public university | Public Health of Indonesia. causes... doi.org/10.36685/phi.v7i4.430Causes and impacts of phubbing on students in a public university Public Health of Indonesia causes doi 10 36685 phi v7i4 430
  3. The effects of “phubbing” on social interaction - Chotpitayasunondh - 2018 - Journal... doi.org/10.1111/jasp.12506The effects of yAAAuphubbingyAAAy on social interaction Chotpitayasunondh 2018 Journal doi 10 1111 jasp 12506
Read online
File size411.77 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test