UBMUBM

PsibernetikaPsibernetika

Cyberbullying merupakan salah satu perilaku agresif yang dapat terjadi di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat cyberbullying yang dialami oleh remaja (disebut dengan cyberbullying victim), khususnya di media sosial Instagram. Sejumlah 119 subjek berusia 12-21 tahun dan aktif menggunakan media sosial Instagram direkrut dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Cyber Victim and Bullying Scale (Cetin et al., 2011) setelah melalui proses adaptasi ke bahasa Indonesia. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas subjek mengalami cyberbullying di media sosial Instagram pada tingkat rendah (86,6%) sedangkan sisanya berada pada tingkat sedang (13,4%). Subjek menyatakan bahwa perilaku cyberbullying yang dialami adalah tuduhan yang tidak benar, penghinaan, dan kiriman pesan mengandung unsur seksual atau ancaman. Berdasarkan hasil tersebut, fenomena cybervictim remaja di media sosial Instagram berada pada kategori rendah. Namun demikian, pengawasan orang tua terhadap remaja dalam penggunaan media sosial masih perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya cyberbullying.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena cyberbullying yang dirasakan oleh remaja di media sosial Instagram umumnya berada pada kategori rendah.Tingkat cyberbullying yang dialami subjek adalah tuduhan yang tidak benar tentang dirinya, penghinaan terhadap fisik, dan kiriman pesan mengandung unsur seksual atau ancaman.Mayoritas berpendapat bahwa cyberbullying terjadi karena adanya perasaan iri atau dendam dan kontrol diri yang rendah.Dengan demikian, pengawasan orang tua masih perlu dilanjutkan untuk meminimalisir terjadinya cyberbullying.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor psikologis yang lebih mendalam yang memengaruhi perilaku cyberbullying pada remaja, seperti tingkat empati, kontrol diri, dan pengaruh teman sebaya. Hal ini penting untuk memahami akar permasalahan dan merancang intervensi yang lebih efektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program pencegahan cyberbullying yang melibatkan partisipasi aktif orang tua, guru, dan remaja itu sendiri. Program ini dapat mencakup pelatihan tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, keterampilan komunikasi yang efektif, dan strategi mengatasi perundungan. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas berbagai strategi intervensi yang ditujukan untuk membantu korban cyberbullying, seperti konseling individu, kelompok dukungan sebaya, dan layanan bantuan online. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena cyberbullying dan mengembangkan solusi yang berkelanjutan untuk melindungi remaja dari dampak negatifnya. Penelitian ini juga dapat mengarah pada pengembangan kebijakan yang lebih efektif untuk mencegah dan mengatasi cyberbullying di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Read online
File size309.35 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test