STITUWJOMBANGSTITUWJOMBANG

Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan KeislamanUrwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman

Hermeneutics, a philosophical discipline of language, gained prominence in 1998 with Hasan Hanafis introduction. Its acceptance remains debated, with some Islamic scholars initially hesitant but unable to hinder its development. Some equate it with interpretation and takwil. In Indonesia, Aksin Wijaya, Sahiron Syamsuddin, and Muqsith Ghazali persistently develop this theory. Hermeneutics is crucial for understanding the Quran, particularly in addressing contemporary issues related to human values unresolved in classical interpretations, according to Sayyid Husein Nasr. While some embrace it, others reject or moderate its application, such as M. Quraish Shihab.

Hermeneutics, despite its controversial reception, offers a valuable approach to reinterpreting the Quran in light of contemporary challenges.The debate surrounding its application highlights the tension between traditional interpretations and the need for contextual understanding.Ultimately, a nuanced approach that acknowledges both the historical context and the evolving needs of society is essential for a meaningful engagement with the Quranic text.

Berdasarkan analisis terhadap implikasi hermeneutik dalam epistemologi Islam, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai bagaimana hermeneutik dapat diintegrasikan dengan metode tafsir tradisional tanpa mengorbankan keotentikan teks Al-Quran. Penelitian ini dapat mengeksplorasi titik temu dan perbedaan antara kedua pendekatan, serta mengembangkan kerangka kerja tafsir yang komprehensif. Kedua, penting untuk mengkaji lebih lanjut dampak hermeneutik terhadap pemahaman konsep-konsep kunci dalam Islam, seperti keadilan, persamaan, dan hak asasi manusia. Penelitian ini dapat mengidentifikasi bagaimana hermeneutik dapat membantu mengatasi interpretasi yang problematis atau diskriminatif terhadap konsep-konsep tersebut. Ketiga, penelitian perlu difokuskan pada pengembangan model hermeneutik yang kontekstual dan relevan dengan realitas sosial budaya Indonesia. Model ini harus mampu mengakomodasi keragaman perspektif dan nilai-nilai lokal, serta memberikan kontribusi terhadap solusi masalah-masalah konkret yang dihadapi masyarakat Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pemikiran Islam dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan masyarakat yang adil, makmur, dan beradab.

  1. #keterampilan bahasa#keterampilan bahasa
  2. #work engagement#work engagement
Read online
File size344.41 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-18U
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test