169169

LAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media RekamLAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam

Film adalah media audio visual yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi ke masyarakat luas dengan cara bertutur yang khas. Penuturan film menurut David Bordwell menggunakan dua unsur utama yaitu form dan style. Pengkajian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui teknik pengumpulan data, observasi, studi Pustaka, dan analisis tekstual film dengan latar belakang budaya Minangkabau yang memiliki cara sendiri dalam menyampaikan pesan dan informasi. Hasil pengkajian menyatakan, secara fenomena, film sangat efektif menjadi media untuk melakukan diplomasi budaya baik terhadap khalayak dalam negeri maupun luar negeri. Dengan demikian, film sesungguhnya terbentuk dari visi cerita dan gagasan yang melatar belakanginya dan dengan caranya sendiri menjadi media komunikasi.

Ketiga film yang menjadi obyek pembahasan dalam penelitian ini salah satu contohnya.Sutradara dalam masing-masing film memiliki visi untuk dapat menghadirkan latar belakang peristiwa dengan budaya Minangkabau, hal ini kemudian mampu di wujudkan dengan penuturan film melalui penataan form dan style.Film merupakan sebuah media yang memiliki cara bertutur yang khas, bagaimana sebuah pesan dapat di sampaikan dengan berbagai macam cara.Ke-khas-an dalam cara bertutur media film ini adalah dengan pengemasan form atau pun penciptaan cerita dengan segala unsur di dalamnya seperti.pemilihan karakter, penciptaan dialog, penataan plot atau rangkaian peristiwa dan sebagainya.Selain itu juga pengemasan style atau penataan teknis dalam bertutur melalui media film, hal ini seperti penataan pengambilan gambar, penataan set, riasan dan pakaian, pencahayaan, dan lain-lain.Pengemasan tersebut akan dapat membuat penonton memahami tentang karakter yang hadir, meskipun mereka tidak berbicara, atau merasakan suasana walaupun tidak disampaikan melalui secara teks.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana teori Bordwell dapat diterapkan pada film-film pendek dari daerah lain di Indonesia, dengan mempertimbangkan kekhasan budaya masing-masing daerah. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana film pendek dapat menjadi media untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis perbandingan antara film pendek yang diproduksi secara independen dengan film pendek yang diproduksi oleh institusi pendidikan, untuk mengidentifikasi perbedaan pendekatan dan kualitas produksi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan media sosial sebagai platform untuk mendistribusikan dan mempromosikan film pendek, serta dampaknya terhadap jangkauan penonton dan penerimaan masyarakat.

Read online
File size2.56 MB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test