169169

LAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media RekamLAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam

Film yang diproduksi memuat ide dan gagasan dari pembuatnya. Ide dan gagasan dalam pembuatan film berawal dari penulis naskah yang menghasilkan naskah. Peran sutradara tidak kalah penting dalam proses berikutnya yaitu menginterpretasikan naskah dan menghasilkannya menjadi film. Di antara semua atribut personal sutradara yang memiliki pengaruh dalam pembuatan karya film, gender menjadi salah satu latar belakang perbedaan perspektif dalam menuangkan ide dan gagasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, yang mendeskripsikan perspektif gender sebagai peranan sosial yang melekat pada jenis kelamin. Perspektif ini biasanyaa akan dibawa oleh sang sutradara. Bagaimana sutradara dapat mencipatakan estetika perempuan baik itu masalah perempuan, politik, budaya dan isu-isu lainnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam film bergenre horor, perempuan banyak dieksploitasi segi seksualitas. Namun, dalam peranan produksi film, perempuan sudah mulai dilibatkan dalam berbagai tahapan produksi film.

Hingga dua dekade setelah tahun 80-an, karakter-karakter perempuan di dalam sinema Indonesia cenderung untuk menghadapi stereotipe yang berat dasar dalam penelitian ini mendorong peneliti untuk bukan hanya mendasarkan bukti-bukti empirik pada logika matematik, tetapi lebih pada hal-hal yang bersifat diskursif, termasuk teks.Unsur diskursus yang ada di luar film Opera sebelah.Peran perempuan di balik layar tak hanya bangku produser, sutradara, dan penulis.Mereka kini bisa memegang peran DOP, cameraman, penata lampu, dan sebagainya.Sayangnya, untuk peran-peran ini dinilai masih musiman untuk bisa konsisten.Kamila Andini, sutradara film Sekala Niskala menilai kru film perempuan jumlahnya musiman.Hal ini dikarenakan ruang kerja dan waktu yang tak terbatas.Di samping itu, status perempuan lajang dan menikah rupanya juga berpengaruh.Transisi perubahan itu dirasakan Kamila Andini sebelum dan setelah menikah.Meski tak merasakan adanya kesenjangan antara perempuan dan laki-laki di dapur produksi film, Dini justru seperti nyamann saat menjalani profesi sutradara sebagai seorang ibu rumah tangga.

Perlu ada keseimbangan antara sutradara perempuan dan laki-laki dengan sudut pandang perempuan, serta sutradara perempuan dan laki-laki dengan sudut pandang pria. Bagaimana sutradara perempuan dapat menciptakan estetika perempuan yang kuat dan unik, serta bagaimana sutradara laki-laki dapat menyajikan perspektif perempuan yang lebih beragam dan mendalam dalam film-film mereka. Apakah ada perbedaan signifikan dalam representasi perempuan antara film-film yang disutradarai oleh perempuan dan film-film yang disutradarai oleh laki-laki? Apakah ada pengaruh gender sutradara terhadap tema-tema yang diangkat dalam film-film Indonesia? Bagaimana peran perempuan di balik layar, seperti produser, penulis, dan kru film, dapat mempengaruhi representasi perempuan dalam film-film Indonesia?.

Read online
File size221.19 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test