169169

LAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media RekamLAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam

Sjuman Djaja mengatakan bahwa ekranisasi film bisa terjadi ketika suatu novel “hidup dan berbicara dengan sutradara, menggoda “kelenjar artistiknya. Berbeda dengan film. Penonton film disuguhi gambar-gambar hidup, konkret, dan visual, seakan-akan penonton sedang menyaksikan barang-barang atau benda-benda yang sesungguhnya. Dengan demikian, enkranisasi berarti terjadinya perubahan pada proses penikmatan, yakni dari membaca menjadi menonton, penikmatnya sendiri berubah dari pembaca menjadi penonton. Kajian ini juga dilandasi pemikiran semakin banyak muncul film-film yang diangkat dari novel. Kajian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa film masih mempertahankan ide cerita, alur, dan sejumlah peristiwa dari novel yang diekranisasi. Namun, tidak sedikit pula film yang mengalami perubahan alur dan sejumlah peristiwa dari kisah dalam novel.

Ekranisasi mengubah dunia kata-kata menjadi imaji visual bergerak, memungkinkan modifikasi signifikan pada unsur cerita, alur, penokohan, dan tema novel dalam film.Keterbatasan teknis dan durasi film seringkali memaksa pembuat film untuk melakukan penciutan, pemotongan, atau variasi adegan, sehingga adaptasi film mungkin terasa berbeda atau tidak selengkap novel aslinya.Oleh karena itu, tidaklah relevan membandingkan kualitas novel dan film secara langsung, karena masing-masing memiliki bahasa, hukum, ukuran, dan nilai estetikanya sendiri yang khas.

Penelitian ini secara deskriptif-kualitatif telah mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai religius yang terkandung dalam proses ekranisasi novel Ranah 3 Warna ke dalam format film. Namun, untuk memperkaya pemahaman kita mengenai fenomena adaptasi karya sastra ini, khususnya dalam konteks nilai-nilai religius, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas, meneliti bagaimana representasi nilai-nilai religius dalam beberapa film adaptasi novel lain yang juga mengangkat tema spiritual atau moral. Studi ini dapat mengidentifikasi pola-pola konsisten terkait penambahan, penciutan, atau perubahan nilai selama proses ekranisasi, serta mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perbedaan pendekatan antara berbagai karya, seperti genre novel, target audiens, atau latar belakang budaya dan agama sutradara. Kedua, penting untuk menggali perspektif penerimaan audiens. Bagaimana persepsi dan pengalaman penonton terhadap nilai-nilai religius yang disajikan dalam film adaptasi, dan apakah pesan moral serta nilai kehidupan yang diinterpretasikan melalui ekranisasi ini dapat diterima dan mempengaruhi penonton sesuai dengan tujuan awal pengarang novel atau visi sutradara? Penelitian ini dapat melibatkan metode kualitatif melalui wawancara mendalam atau survei skala besar untuk menangkap resonansi emosional, spiritual, dan etis yang dirasakan penonton. Ketiga, dari sisi produksi, penelitian di masa depan dapat menyelidiki faktor-faktor dominan yang mempengaruhi keputusan kreatif sutradara dan penulis skenario dalam mempertahankan, mengubah, atau bahkan menambahkan nilai-nilai religius dari naskah novel ke dalam film. Ini mencakup analisis terhadap kendala teknis filmis, kebebasan interpretasi artistik, serta pertimbangan komersial dan respons pasar, yang secara keseluruhan akan memberikan wawasan komprehensif tentang proses adaptasi sastra-film dari berbagai dimensi.

Read online
File size298.6 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test