METROMETRO

Akademika : Jurnal Pemikiran IslamAkademika : Jurnal Pemikiran Islam

Penelitian artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi jejak transformasi keagamaan dalam masyarakat urban selama era Kerajaan Kutaringin. Populasi Kutaringin saat ini, yang terletak di Kecamatan Kotawaringin Barat, sebagian besar beragama Islam. Pengaruh Islam terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan simbol-simbol Islam yang hadir dalam pemerintahan saat ini. Studi ini mengadopsi pendekatan empiris (penelitian lapangan), menggunakan pendekatan historis dan keagamaan. Temuan menunjukkan bahwa proses transformasi keagamaan terjadi secara damai tanpa tindakan kekerasan. Beberapa individu yang sebelumnya menganut Kaharingan beralih ke Islam dan berintegrasi ke dalam masyarakat urban Kerajaan Kutaringin. Sementara mereka yang tetap teguh pada keyakinan mereka memilih untuk tinggal di pedalaman. Namun, hubungan mereka dengan kerajaan tetap kuat, dan kerajaan mencari pendapat dan persetujuan mereka, yang diwakili oleh para pemimpin komunitas mereka, dalam mengatasi masalah. Peran tokoh agama, khususnya Kyai Gede, memainkan peran penting dalam transformasi ini. Kyai Gede, yang kematiannya diperingati setiap tahun, memainkan peran penting dalam membentuk lanskap keagamaan. Saat ini, wilayah kerajaan dibagi menjadi beberapa kabupaten, termasuk Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Lamandau, dan Kabupaten Sukamara, dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Kerajaan ini merupakan satu-satunya kerajaan di Kalimantan Tengah.Pusat pemerintahan yang dimulai di wilayah Kotawaringin Lama karena alasan keamanan dan lokasi yang lebih strategis kemudian dipindahkan ke Pangkalanbun.Kerajaan Kutaringin, yang pada kenyataannya merupakan kerajaan Islam, memiliki pengaruh signifikan terhadap penyebaran Islam di Kutaringin.Proses transformasi keagamaan terjadi secara damai tanpa tindakan kekerasan.Beberapa individu yang sebelumnya menganut Kaharingan beralih ke Islam dan berintegrasi ke dalam masyarakat urban Kerajaan Kutaringin.Sementara mereka yang tetap teguh pada keyakinan mereka memilih untuk tinggal di pedalaman.Namun, hubungan mereka dengan kerajaan tetap kuat, dan kerajaan mencari pendapat dan persetujuan mereka, yang diwakili oleh para pemimpin komunitas mereka, dalam mengatasi masalah.Peran tokoh agama, khususnya Kyai Gede, memainkan peran penting dalam transformasi ini.Kyai Gede, yang kematiannya diperingati setiap tahun, memainkan peran penting dalam membentuk lanskap keagamaan.Saat ini, wilayah kerajaan dibagi menjadi beberapa kabupaten, termasuk Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Lamandau, dan Kabupaten Sukamara, dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana praktik-praktik keagamaan Kaharingan beradaptasi dan berinteraksi dengan Islam di masyarakat pedalaman Kutaringin. Hal ini dapat dilakukan dengan mewawancarai tokoh-tokoh adat dan masyarakat setempat untuk memahami bagaimana mereka mempertahankan identitas budaya mereka sambil berinteraksi dengan nilai-nilai Islam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran Kyai Gede dalam memfasilitasi dialog antaragama dan membangun kohesi sosial di Kerajaan Kutaringin. Analisis terhadap arsip-arsip sejarah dan wawancara dengan keturunan Kyai Gede dapat memberikan wawasan tentang strategi-strategi yang digunakan untuk menjembatani perbedaan keyakinan dan mempromosikan toleransi. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki bagaimana warisan Kerajaan Kutaringin memengaruhi identitas lokal dan pembangunan wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara. Studi ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam mengidentifikasi nilai-nilai budaya dan sejarah yang perlu dilestarikan dan dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika keagamaan, sosial, dan budaya di wilayah Kutaringin, serta berkontribusi pada upaya pelestarian warisan budaya dan pembangunan masyarakat yang inklusif.

  1. IBDA": Jurnal Kajian Islam dan Budaya. pertautan emosi sejarah magis penjaga mazhab analisis masjid... doi.org/10.24090/ibda.v12i1.438IBDA Jurnal Kajian Islam dan Budaya pertautan emosi sejarah magis penjaga mazhab analisis masjid doi 10 24090 ibda v12i1 438
  2. Law and political Islam’s transformations: Egyptian Islamists and the notions of a civil state... doi.org/10.1177/00377686231172082Law and political IslamAos transformations Egyptian Islamists and the notions of a civil state doi 10 1177 00377686231172082
  3. TRACING RELIGIOUS TRANSFORMATIONS IN URBAN SOCIETY DURING THE KUTARINGIN KINGDOM ERA | Akademika : Jurnal... e-journal.metrouniv.ac.id/akademika/article/view/8618TRACING RELIGIOUS TRANSFORMATIONS IN URBAN SOCIETY DURING THE KUTARINGIN KINGDOM ERA Akademika Jurnal e journal metrouniv ac akademika article view 8618
  4. Sociología histórica y secularización: actualidad y renovación del estudio... reis.cis.es/index.php/reis/article/view/14Sociologya histyrica y secularizaciyn actualidad y renovaciyn del estudio reis cis es index php reis article view 14
Read online
File size180.81 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test