UGMUGM
Berkala Ilmiah BiologiBerkala Ilmiah BiologiKepiting biola (Gelasimus borealis (Crane, 1975)) hidup pada zona intertidal berlumpur atau berpasir di muara sungai atau hutan mangrove yang banyak ditemukan di Indonesia. Namun, penelitian mengenai kelimpahan dan keragaman genetik G. borealis di Indonesia, terutama terkait gen mitokondria 16S, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik G. borealis dari Kulon Progo berdasarkan gen mitokondria 16S. Metode yang digunakan adalah metode PCR dengan primer 16Sar dan 16Sbr, melalui tahapan isolasi, amplifikasi, elektroforesis, dan sekuensing. Analisis data dilakukan untuk memperoleh data komposisi nukleotida, jarak genetik, variasi genetik, jejaring haplotype serta menganalisis rekonstruksi pohon filogenetik dengan menggunakan program GeneStudio, BLAST, MESQUITE, MEGA, DnaSP, BEAST, NETWORK, dan GenAIEx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis intrapopulasi tidak menunjukkan keragaman genetik, sedangkan analisis interpopulasi dengan populasi Hong Kong dan Taiwan dari database GenBank menunjukkan adanya keragaman genetik berupa lima haplotype dan lima situs polimorfik dengan dua parsimony informative sites. Nilai keragaman haplotype dan nukleotida secara berurutan adalah 0,857 ± 0,108 dan 0,00368 ± 0,00055. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa G. borealis dari Kulon Progo membentuk clade tersendiri, terpisah dari Hong Kong dan Taiwan dengan jarak genetik 0,45% namun masih berada dalam satu spesies yang sama dan didukung tidak adanya sharing haplotype antarpopulasi tersebut berdasarkan analisis jejaring haplotype dan Principal Coordinate Analysis (PCoA). Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk menyusun pustaka gen 16S kepiting biola spesies G.borealis dari Kulon Progo yang berguna dalam proses identifikasi sehingga dapat dimanfaatkan untuk program konservasi spesies kepiting biola tersebut.
Hasil analisis dari gen mitokondria 16S menunjukkan bahwa tidak ada variasi genetik intrapopulasi pada kepiting biola (G.Seluruh sampel yang dianalisis termasuk dalam satu haplotype spesifik yang dapat dijadikan penanda molekuler untuk kepiting biola di Kulon Progo.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengembangkan pustaka gen mitokondria 16S kepiting biola spesies G. borealis dari Kulon Progo menjadi lebih komprehensif dengan menambah sampel dari berbagai lokasi di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki habitat yang cocok bagi kepiting biola. (2) Melakukan studi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keragaman genetik kepiting biola, seperti ukuran populasi, isolasi geografis, dan tingkat migrasi, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi homogenisasi genetik pada suatu populasi. (3) Menganalisis lebih lanjut hubungan genetik antar populasi kepiting biola di Indonesia, termasuk populasi dari Kulon Progo, untuk memahami dinamika genetik dan sejarah populasi tersebut.
| File size | 379.08 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALSJOURNALS Evaluasi pascapelaksanaan menunjukkan 70% bibit hidup dalam dua bulan, dengan pertumbuhan tinggi rata-rata 15 cm dan 4–6 daun baru per bibit. Lebih dariEvaluasi pascapelaksanaan menunjukkan 70% bibit hidup dalam dua bulan, dengan pertumbuhan tinggi rata-rata 15 cm dan 4–6 daun baru per bibit. Lebih dari
UMNUMN Kegiatan ini mampu memberikan stimulus positif kepada masyarakat tentang pentingnya hutan mangrove di daerah pesisir, yang berdampak pada kondisi sosialKegiatan ini mampu memberikan stimulus positif kepada masyarakat tentang pentingnya hutan mangrove di daerah pesisir, yang berdampak pada kondisi sosial
UMPUMP Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto telah berhasil diselenggarakan sebagai wadah diseminasi dan diskusiSeminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto telah berhasil diselenggarakan sebagai wadah diseminasi dan diskusi
UMPUMP Variabilitas cuaca juga menyebabkan musim yang berubah dan sulit untuk diprediksi. Terkait hal ini, kemampuan dan pengetahuan petani dalam menentukan musimVariabilitas cuaca juga menyebabkan musim yang berubah dan sulit untuk diprediksi. Terkait hal ini, kemampuan dan pengetahuan petani dalam menentukan musim
UMPUMP Penelitian ini menyimpulkan bahwa nutrisi AB-Mix memberikan hasil produksi yang lebih baik dibandingkan pupuk NPK dan POC. Kombinasi pupuk NPK dan POCPenelitian ini menyimpulkan bahwa nutrisi AB-Mix memberikan hasil produksi yang lebih baik dibandingkan pupuk NPK dan POC. Kombinasi pupuk NPK dan POC
UMPUMP Kombinasi faktor-faktor produksi untuk menghasilkan tingkat produksi tertentu di daerah penelitian dengan rata-rata 20,80 kuintal jagung pipilan keringKombinasi faktor-faktor produksi untuk menghasilkan tingkat produksi tertentu di daerah penelitian dengan rata-rata 20,80 kuintal jagung pipilan kering
UMPUMP Kombinasi sayuran yang dibudidayakan dengan pola tumpangsari yaitu pakcoy-cabai besar dan pakcoy-cabai rawit. Faktor produksi yang digunakan pada usahataniKombinasi sayuran yang dibudidayakan dengan pola tumpangsari yaitu pakcoy-cabai besar dan pakcoy-cabai rawit. Faktor produksi yang digunakan pada usahatani
UMPUMP Kegiatan pengabdian menggunakan metode partisipasi langsung dengan melakukan pembenihan ikan lele yang mencakup: pemberian materi budidaya dengan ceramahKegiatan pengabdian menggunakan metode partisipasi langsung dengan melakukan pembenihan ikan lele yang mencakup: pemberian materi budidaya dengan ceramah
Useful /
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Pembelajaran berbasis kontekstual juga berhasil meningkatkan keterampilan sosial siswa, karena mereka lebih aktif berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok.meskipunPembelajaran berbasis kontekstual juga berhasil meningkatkan keterampilan sosial siswa, karena mereka lebih aktif berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok.meskipun
JOURNALSJOURNALS Secara kuantitatif, rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 52%, dari tingkat pemahaman awal yang masih rendah menjadi kemampuan yang memadai setelahSecara kuantitatif, rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 52%, dari tingkat pemahaman awal yang masih rendah menjadi kemampuan yang memadai setelah
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Studi ini menyoroti efektivitas pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kinerja akademik dan pendidikan karakter di sekolah dasar, khususnya dalamStudi ini menyoroti efektivitas pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kinerja akademik dan pendidikan karakter di sekolah dasar, khususnya dalam
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Ayat tersebut memerintahkan umat Muslim untuk mengingat Allah secara terus-menerus. Dengan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur, penelitianAyat tersebut memerintahkan umat Muslim untuk mengingat Allah secara terus-menerus. Dengan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur, penelitian