UMPOUMPO

Istawa : Jurnal Pendidikan IslamIstawa : Jurnal Pendidikan Islam

Artikel ini membahas tentang konsep Indeks Kesalehan Sosial sebagai alat strategis untuk mengukur perwujudan kesalehan individu dalam kehidupan bermasyarakat, yang bertujuan untuk mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Bangka Barat. Kesalehan sosial tidak hanya terbatas pada praktik keagamaan pribadi, tetapi juga mencakup interaksi dengan orang lain dan lingkungan, yang mencerminkan pemahaman holistik tentang kesalehan. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian kepustakaan Creswell yang bersifat kualitatif. Data dikumpulkan dari berbagai literatur tentang kesalehan sosial, pembangunan daerah, dan indeks kesalehan sosial. Metode pengumpulan data mengikuti konsep Sugiyono, yaitu pencarian literatur yang relevan secara manual dan digital. Teknik analisis data menggunakan model Moleong. Berdasarkan hasil analisis, indikator yang dapat digunakan untuk mengukur indeks kesalehan sosial adalah 1) variabel kegiatan ibadah individu, 2) variabel pengetahuan tentang kesalehan sosial, dan 3) variabel sikap, dan perilaku yang menunjukkan kesalehan sosial. Selanjutnya, beberapa strategi yang dapat dirumuskan untuk mencapai tujuan tersebut dijabarkan dalam bentuk 1) peningkatan kepedulian terhadap sesama; 2) peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan; 3) peningkatan kesadaran masyarakat terhadap hukum, dan 4) peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai pluralisme (keberagaman). Pihak-pihak yang terlibat dalam mewujudkan tercapainya indeks kesalehan sosial adalah seluruh lapisan masyarakat.

Pengukuran indeks kesalehan sosial merupakan manifestasi dari kesalehan individu, yaitu praktik aspek ritual keagamaan.Meskipun setiap agama memiliki perbedaan dalam implementasi dan pelaksanaan kegiatan keagamaan secara umum, semua agama memiliki kesamaan dalam kebaikan sosial.Hal ini dapat digunakan sebagai dukungan untuk program pembangunan daerah seperti meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Oleh karena itu, peningkatan kesalehan sosial dalam masyarakat menjadi prioritas dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berbudi pekerti.Berbagai dimensi atau variabel yang dapat dieksplorasi dalam penelitian tentang Indeks Kesalehan Sosial meliputi.1) kegiatan ibadah individu, 2) pengetahuan tentang kesalehan sosial, dan 3) sikap dan perilaku yang menunjukkan kesalehan sosial.Untuk mencapai tujuan ini, dapat dirumuskan beberapa strategi.1) meningkatkan kepedulian terhadap sesama (perhatian sosial), 2) meningkatkan kesadaran masyarakat akan konservasi lingkungan, 3) meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, dan 4) mempromosikan nilai-nilai pluralisme (keberagaman).Seluruh tingkatan aparatur daerah dan seluruh masyarakat terlibat dalam mewujudkan indeks kesalehan sosial dalam masyarakat.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi tingkat kesalehan sosial di berbagai wilayah di Indonesia, dengan mempertimbangkan perbedaan budaya, ekonomi, dan sosial. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana kesalehan sosial termanifestasi dalam konteks yang berbeda-beda. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas indikator-indikator yang telah diidentifikasi dalam penelitian ini, serta untuk mengembangkan instrumen pengukuran yang lebih akurat dan komprehensif. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesalehan sosial di masyarakat, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, lembaga keagamaan, dan organisasi masyarakat sipil. Program-program ini dapat dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesalehan sosial, serta untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada individu dan kelompok masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai kesalehan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mewujudkan masyarakat yang lebih beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

  1. Teologi Surat al-Maun dan Praksis Sosial Dalam Kehidupan Warga Muhammadiyah | SALAM: Jurnal Sosial dan... doi.org/10.15408/sjsbs.v5i2.9414Teologi Surat al Maun dan Praksis Sosial Dalam Kehidupan Warga Muhammadiyah SALAM Jurnal Sosial dan doi 10 15408 sjsbs v5i2 9414
  2. Constitutional Piety: The Integration of Anti-Corruption Education into Islamic Religious Learning Based... doi.org/10.18860/jpai.v6i1.8307Constitutional Piety The Integration of Anti Corruption Education into Islamic Religious Learning Based doi 10 18860 jpai v6i1 8307
  3. The Urgency Of Improving Social Piety In The Perspective Of Tarbawi Hadith (Hermeneutic Analysis About... jurnalpascasarjana.iainkediri.ac.id/index.php/didaktika/article/view/1096The Urgency Of Improving Social Piety In The Perspective Of Tarbawi Hadith Hermeneutic Analysis About jurnalpascasarjana iainkediri ac index php didaktika article view 1096
Read online
File size444.65 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test