CITRABAKTICITRABAKTI

Jurnal Citra Magang dan PersekolahanJurnal Citra Magang dan Persekolahan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya suasana belajar mengajar yang kondusif sebagai dasar dalam mewujudkan sekolah sehat di sekolah dasar. Lingkungan belajar yang bersih, aman, nyaman, dan didukung interaksi sosial yang positif berperan penting terhadap efektivitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran SDK Wolopogo dalam penguatan suasana belajar mengajar yang kondusif demi mewujudkan sekolah sehat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDK Wolopogo berperan aktif melalui penyediaan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, penerapan pembelajaran interaktif, penanaman nilai kebersihan, serta kolaborasi antara sekolah, siswa, dan orang tua. Disimpulkan bahwa penguatan suasana belajar yang kondusif mendukung terwujudnya sekolah sehat secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa SDK Wolopogo memiliki peran yang penting dalam penguatan suasana belajar mengajar yang kondusif untuk mewujudkan sekolah sehat melalui penyediaan lingkungan belajar yang bersih, nyaman, dan aman, penerapan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, penanaman nilai kebersihan serta kepedulian terhadap lingkungan, dan kolaborasi yang baik antara kepala sekolah, guru, peserta didik, serta orang tua.Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sekolah sehat tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana prasarana, tetapi juga oleh pembiasaan, dukungan sosial, serta keterlibatan aktif seluruh warga sekolah dalam menjaga kualitas lingkungan belajar.Oleh karena itu, disarankan agar SDK Wolopogo terus memperkuat program sekolah sehat melalui peningkatan sarana pendukung kebersihan dan sanitasi, pengembangan metode pembelajaran yang lebih partisipatif, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan, serta memperluas kerja sama dengan orang tua dan masyarakat agar upaya menciptakan suasana belajar yang kondusif dapat berlangsung secara konsisten dan memberi dampak yang lebih optimal bagi perkembangan peserta didik.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan penelitian kuantitatif untuk mengukur dampak konkret dari suasana belajar yang kondusif terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan siswa. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan strategi penguatan suasana belajar di berbagai sekolah dasar, termasuk aspek-aspek seperti metode pembelajaran, keterlibatan orang tua, dan dukungan sarana prasarana. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menelusuri perkembangan jangka panjang dari sekolah sehat dan suasana belajar yang kondusif, termasuk dampak jangka panjang terhadap perilaku hidup sehat dan keberlanjutan lingkungan.

  1. Do school Water, Sanitation, and Hygiene facilities affect students' health status, attendance,... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/hsr2.2293Do school Water Sanitation and Hygiene facilities affect students health status attendance onlinelibrary wiley doi 10 1002 hsr2 2293
Read online
File size233.11 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test