JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Pada era digital, media sosial telah menjadi platform utama dalam wacana publik, terutama di kalangan Generasi Z. Generasi ini, yang dikenal dengan kemampuan digitalnya, menggunakan platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter untuk terlibat dalam aktivisme, menyampaikan opini, dan membangun komunitas. Namun, platform-platform ini juga menimbulkan tantangan, seperti penyebaran informasi salah, penguatan polarisasi, serta kurasi konten yang didorong oleh algoritma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, tantangan, dan implikasi peran media sosial dalam membentuk wacana publik di kalangan Generasi Z. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara terstruktur terbatas dan analisis konten. Analisis tematik menunjukkan bahwa 35 persen konten media sosial bersifat polarisasi, yang sering menciptakan ruang gema ideologis, sementara 30 persen merupakan informasi salah, yang merusak kepercayaan dan pengambilan keputusan yang terinformasi. Sebaliknya, konten terkait aktivisme, yang mencakup 25 persen dari unggahan yang dianalisis, menunjukkan potensi media sosial dalam mendorong keterlibatan sipil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun media sosial memberdayakan Generasi Z untuk berpartisipasi dalam percakapan sosial, media ini juga memperkuat tantangan signifikan. Temuan ini menekankan urgensi inisiatif literasi digital dan reformasi algoritmik etis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Intervensi ini penting untuk membangun wacana publik yang terinformasi, inklusif, dan konstruktif di era digital.

Penelitian ini mengungkap dampak ganda media sosial terhadap wacana publik di kalangan Generasi Z, yaitu potensi pemberdayaan sekaligus risiko yang melekat.Media sosial berfungsi sebagai sarana aktivisme dan keterlibatan komunitas, tetapi juga memperkuat penyebaran informasi salah (30 persen dari konten) dan polarisasi (35 persen), terutama karena bias algoritmik.Meskipun Generasi Z memiliki kecakapan digital, kemampuan mereka dalam mengevaluasi konten online secara kritis masih rentan terhadap pengaruh algoritmik, sehingga diperlukan inisiatif literasi digital dan tata kelola platform yang etis.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji efektivitas program literasi digital berbasis sekolah dalam meningkatkan kemampuan Generasi Z untuk mengidentifikasi informasi salah dan bias algoritma, dengan fokus pada kurikulum yang dirancang khusus untuk konteks lokal. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana desain algoritma alternatif—yang memprioritaskan konten faktual dan berimbang dibandingkan konten viral—dapat mengurangi pembentukan ruang gema dan polarisasi di platform media sosial yang banyak digunakan remaja. Ketiga, diperlukan kajian tentang transformasi aktivisme digital menjadi aksi nyata, khususnya dengan mempelajari faktor-faktor yang mendorong atau menghambat Generasi Z untuk beralih dari praktik slacktivism ke keterlibatan sosial yang lebih dalam, seperti relawan atau kampanye berbasis komunitas. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dengan menguji intervensi pendidikan, teknologi, dan sosial yang terintegrasi untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat. Temuan dari studi gabungan seperti ini akan memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Selain itu, pendekatan campuran antara metode kualitatif dan kuantitatif dapat memperkaya temuan dengan data yang lebih luas dan mendalam. Fokus pada variasi latar belakang peserta juga penting untuk memastikan hasil yang representatif. Hasil penelitian akan berguna bagi pengembang platform, pendidik, dan pembuat kebijakan. Intervensi yang berbasis bukti seperti ini sangat dibutuhkan untuk membekali Generasi Z menghadapi kompleksitas dunia digital. Dengan demikian, penelitian lanjutan harus tidak hanya mengungkap masalah, tetapi juga menguji solusi konkret yang dapat diterapkan secara luas.

  1. Introducing Discourse Analysis | From Grammar to Society | James Paul. introducing discourse analysis... taylorfrancis.com/books/9781351580885Introducing Discourse Analysis From Grammar to Society James Paul introducing discourse analysis taylorfrancis books 9781351580885
  2. Rumor Cascades | Proceedings of the International AAAI Conference on Web and Social Media. rumor cascades... doi.org/10.1609/icwsm.v8i1.14559Rumor Cascades Proceedings of the International AAAI Conference on Web and Social Media rumor cascades doi 10 1609 icwsm v8i1 14559
  3. THE ROLE OF SOCIAL MEDIA IN GENERATION Z COMMUNICATION | Interdisciplinary Journal of Advanced Research... doi.org/10.58860/ijari.v1i3.27THE ROLE OF SOCIAL MEDIA IN GENERATION Z COMMUNICATION Interdisciplinary Journal of Advanced Research doi 10 58860 ijari v1i3 27
  4. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/jip.2015.0021Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 jip 2015 0021
Read online
File size445.99 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test