INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER

Neo Journal of economy and social humanitiesNeo Journal of economy and social humanities

KH. Fatchurrahman Kafrawi adalah tokoh yang layak dijadikan teladan dalam konteks nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model komunikasi KH. Fatchurrahman Kafrawi saat usia muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model komunikasi KH. Fatchurrahman Kafrawi saat usia muda kompleks, yaitu komunikasi belajar dan sanad dengan berguru kepada para ulama dan institusi pendidikan yang valid, komunikasi organisasi dan relasi dengan memimpin perkumpulan mahasiswa Indonesia-Melayu yang didirikan tahun 1922, komunikasi bahasa dan tulisan dengan cerdas berbahasa Latin dan mengelola Jurnal Seruan al-Azhar, komunikasi sosial dengan mewakafkan rumah yang dibelinya kepada mahasiswa Indonesia yang sedang mengembara untuk belajar di Mesir serta komunikasi hidup kreatif dengan menjadi agen surat kabar dan mengajar Bahasa Latin, Inggris dan Belanda kepada anak-anak orang Inggris. Penelitian ini penting dibaca oleh para pemuda yang menginginkan kehidupan penuh perjuangan di usia muda dari KH. Fatchurrahman Kafrawi serta meneladaninya bagi kehidupan masa depan.

Fatchurrahman Kafrawi tetap percaya diri, tidak gentar, dan tetap semangat menyambut kemerdekaan Republik Indonesia.Ia mampu memberikan pelajaran agar mengutamakan belajar keislaman kepada guru bersilsilah keilmuan yang bersambung kepada Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam, membangun relasi dengan berorganisasi, menulis untuk berpikir kritis, memiliki kecerdasan sosial, serta menjadi kreatif dalam setiap dimensi kehidupan.Fatchurrahman Kafrawi sebagai teladan bagi pemuda Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam pengaruh model komunikasi KH. Fatchurrahman Kafrawi terhadap perkembangan organisasi-organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) pada masa awal kemerdekaan, untuk memahami bagaimana nilai-nilai komunikasinya diinternalisasi dan diadaptasi dalam konteks perjuangan nasional. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan model komunikasi KH. Fatchurrahman Kafrawi dengan tokoh-tokoh pemuda pergerakan nasional lainnya, seperti Soekarno atau Hatta, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pendekatan komunikasi yang mereka gunakan dalam memobilisasi dukungan publik. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada analisis konten Jurnal Seruan al-Azhar yang dikelola oleh KH. Fatchurrahman Kafrawi, untuk mengungkap bagaimana ia menggunakan media tersebut sebagai sarana dakwah, pendidikan, dan penyebaran gagasan-gagasan progresif di kalangan pemuda Muslim pada masanya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang peran penting komunikasi dalam pembentukan identitas nasional dan perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta menginspirasi generasi muda untuk mengembangkan model komunikasi yang efektif dan berdaya guna dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman.

  1. Komunikasi Dakwah Kiai Achmad Khusairi Melalui Pertunjukkan Kentrung Sunan Drajat Di Lamongan, Jawa Timur... doi.org/10.33754/jadid.v5i01.1632Komunikasi Dakwah Kiai Achmad Khusairi Melalui Pertunjukkan Kentrung Sunan Drajat Di Lamongan Jawa Timur doi 10 33754 jadid v5i01 1632
  2. Da’wah Television From The Perspective Of Islamic Media: A Theoretical Framework Of Ownership,... doi.org/10.18326/inject.v10i2.5927DaAowah Television From The Perspective Of Islamic Media A Theoretical Framework Of Ownership doi 10 18326 inject v10i2 5927
Read online
File size377.08 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test