AKRABJUARAAKRABJUARA

Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial

Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah lanskap ruang publik menjadi arena interaktif dan partisipatif di mana kekuasaan dan kritik saling berhadapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi digital dalam ruang publik online Indonesia, khususnya dalam konteks relasi antara kekuasaan dan masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi digital (netnografi), wawancara mendalam, dan analisis konten, penelitian ini menelusuri fenomena wacana publik di platform X (Twitter), Instagram, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan dalam ruang digital bersifat tersembunyi dan dijalankan melalui mekanisme algoritmik serta kontrol informasi. Masyarakat, di sisi lain, memanfaatkan ruang digital sebagai sarana resistensi melalui humor, meme, dan aktivisme daring. Ruang publik digital akhirnya menjadi arena dialektika antara kontrol dan kebebasan, yang menegaskan pentingnya literasi digital kritis dalam menjaga demokrasi di era informasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ruang publik digital di Indonesia adalah arena kompleks di mana kekuasaan dan kritik berinteraksi secara dinamis.Komunikasi digital tidak hanya membuka peluang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kritik sosial dan politik, tetapi juga memperkenalkan bentuk-bentuk baru kekuasaan yang dijalankan melalui algoritma, kontrol wacana, dan ekonomi perhatian.Hasil observasi dan wawancara mengindikasikan bahwa kekuasaan bersifat tidak terlihat, beroperasi melalui pembatasan visibilitas, kontrol aliran informasi, dan kehadiran buzzer yang membentuk opini publik.Di sisi lain, masyarakat merespons kondisi ini dengan berbagai strategi resistensi digital, seperti humor politik, meme, dan kampanye solidaritas daring, yang berfungsi sebagai bentuk kritik terhadap hegemoni kekuasaan.Dengan demikian, dinamika antara kekuasaan dan kritik dalam ruang publik daring mencerminkan dialektika antara kontrol dan kebebasan, antara dominasi dan partisipasi.Ruang publik digital bukan merupakan arena yang netral, melainkan ruang kontestasi wacana yang terus berkembang seiring perubahan teknologi dan politik.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana algoritma media sosial secara spesifik membentuk polarisasi opini publik dan memfasilitasi penyebaran disinformasi, dengan fokus pada dampak psikologis dan sosial dari paparan informasi yang bias. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas berbagai strategi literasi digital dalam membekali masyarakat dengan kemampuan untuk mengidentifikasi dan melawan disinformasi serta mempromosikan partisipasi publik yang konstruktif dalam ruang digital. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana regulasi pemerintah dan kebijakan platform media sosial berinteraksi dalam membentuk lanskap kebebasan berekspresi dan kritik di Indonesia, serta implikasinya terhadap demokrasi dan akuntabilitas publik.

Read online
File size352.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test