POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Just a moment...Just a moment...

Perkembangan teknologi informasi menuntut puskesmas sebagai layanan kesehatan primer untuk mengadopsi sistem digital, termasuk rekam medis elektronik. Namun, rendahnya literasi digital tenaga kesehatan masih menjadi hambatan dalam mewujudkan layanan yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat literasi digital petugas puskesmas serta implikasinya terhadap kualitas layanan kesehatan primer. Penelitian menggunakan desain mixed-method dengan pendekatan potong lintang, melalui survei kuantitatif dan wawancara kualitatif dengan tenaga kesehatan serta kepala puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara karakteristik responden dengan literasi digital. Usia memiliki korelasi positif sedang hingga kuat (rs = 0,593; p < 0,001), sedangkan pendidikan menunjukkan korelasi negatif signifikan (rs = -0,413; p = 0,019). Pengalaman kerja dan profesi tenaga kesehatan tidak berhubungan signifikan, sementara akses teknologi digital dan internet relatif seragam. Literasi digital lebih dipengaruhi oleh usia dan generasi, dengan Generasi Z memiliki skor tertinggi, Generasi Y dominan pada skor menengah-tinggi, dan Generasi X cenderung berpendapatan moderat.

Literasi digital tenaga kesehatan di puskesmas dipengaruhi oleh usia, dengan Generasi Z menunjukkan skor tertinggi, Generasi Y berada pada tingkat menengah-tinggi, dan Generasi X cenderung menengah.Faktor pendidikan menunjukkan korelasi negatif terhadap literasi digital, sehingga pendidikan formal tidak selalu menjamin tingkat literasi yang tinggi.Pengalaman kerja, profesi, dan akses teknologi tidak memiliki pengaruh signifikan.Secara keseluruhan, literasi digital menjadi aspek penting dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer berbasis digital.

Untuk meningkatkan literasi digital di puskesmas, perlu diadakan program pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan tingkat generasi, sehingga staf Generasi Y dan Z dapat dioptimalkan penggunaan teknologi bila didukung pelatihan rutin, serta menyiapkan modul pelatihan khusus untuk Generasi X yang mengalami hambatan adaptasi. Sebagai tambahan, puskesmas dapat menerapkan program mentor digital, di mana tenaga kesehatan berpengalaman dapat membimbing rekan-rekan yang memiliki tingkat literasi rendah, sehingga membantu mengurangi kesenjangan keterampilan. Terakhir, disarankan untuk menambah penelitian longitudinal yang melacak peningkatan literasi digital sekaligus dampaknya terhadap kualitas layanan, sehingga kebijakan dapat dirancang berdasarkan data evidensi yang kuat.

  1. Determine Supporting Factors for the Successful Implementation of Electronic Medical Records in PHC Semarang... doi.org/10.31983/jrmik.v7i2.12111Determine Supporting Factors for the Successful Implementation of Electronic Medical Records in PHC Semarang doi 10 31983 jrmik v7i2 12111
  2. Analisis Tingkat Literasi Digital Petugas Puskesmas dan Implikasinya Terhadap Efektivitas Layanan Kesehatan... ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/RMIK/article/view/13868Analisis Tingkat Literasi Digital Petugas Puskesmas dan Implikasinya Terhadap Efektivitas Layanan Kesehatan ejournal poltekkes smg ac ojs index php RMIK article view 13868
  3. DOI Name 10.33221 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 43z crossref email support... doi.org/10.33221DOI Name 10 33221 Values doi name values index type timestamp data hs serv 43z crossref email support doi 10 33221
Read online
File size405.33 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test