IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

At-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual TafsirAt-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual Tafsir

Penelitian ini membahas interpretasi semantik Al-Quran dalam konteks pemahaman modern. Pendekatan semantik digunakan untuk mengungkap makna kata dan konsep dalam Al-Quran secara lebih mendalam, dengan mempertimbangkan aspek linguistik, historis, dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah menunjukkan bagaimana pemahaman semantik dapat menjembatani teks suci dengan perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan tantangan kontemporer. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan tafsir maudhui (tematik) dan semantik historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi semantik memungkinkan makna yang lebih kontekstual terhadap ayat-ayat Al-Quran, sehingga relevan dengan kehidupan modern. Selain itu, pendekatan ini dapat mengatasi bias pemahaman tekstual dan memberikan wawasan baru dalam studi tafsir. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi terhadap pemahaman Al-Quran yang lebih dinamis dan inklusif, serta mendorong dialog antara tradisi Islam dengan perkembangan intelektual kontemporer.

Interpretasi semantik Al-Quran merupakan pendekatan yang relevan dan efektif dalam menjembatani pemahaman tradisional dengan kebutuhan masyarakat modern.Analisis kata-kata kunci dengan metode Toshihiko Izutsu menunjukkan bahwa makna ayat suci tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga memiliki keterkaitan kuat dengan isu-isu kontemporer seperti keadilan sosial, hubungan antarmanusia, dan tanggung jawab ekologis.Pendekatan ini mengungkap makna dasar, relasional, dan pandangan dunia dalam teks Al-Quran, sehingga memberikan wawasan baru bagi pemaknaan yang dinamis, kontekstual, dan aplikatif bagi masyarakat modern.

Pertama, perlu dikaji bagaimana pendekatan semantik dapat diterapkan pada kata-kata kunci Al-Quran yang berkaitan dengan teknologi digital dan kecerdasan buatan, untuk memahami nilai-nilai keislaman dalam konteks revolusi industri 4.0. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana metode Izutsu dapat dipadukan dengan disiplin ilmu sosial modern seperti psikologi kognitif atau sosiologi komunikasi, guna mengeksplorasi pengaruh makna semantik terhadap perilaku sosial masyarakat urban. Ketiga, perlu dikembangkan model pendidikan tafsir berbasis semantik yang sederhana dan aplikatif, sehingga dapat diajarkan di sekolah atau komunitas awam untuk meningkatkan pemahaman kontekstual Al-Quran. Penelitian lanjutan sebaiknya menguji efektivitas pendekatan ini dalam program dialog antaragama, dengan fokus pada kata-kata bernilai universal seperti rahmah dan adl. Selain itu, bisa dikembangkan studi perbandingan antara pendekatan semantik dan metode tafsir tematik konvensional dalam menjawab isu lingkungan hidup. Penelitian juga perlu mengevaluasi hambatan linguistik dan kultural yang menghalangi penerapan pendekatan semantik di kalangan pelajar dan masyarakat non-akademik. Model pelatihan berbasis digital bisa dirancang untuk menyederhanakan analisis makna kata kunci Al-Quran. Studi lapangan diperlukan untuk melihat dampak pemahaman semantik terhadap toleransi dan kerukunan beragama. Pendekatan ini juga bisa diuji dalam konteks pendidikan karakter untuk generasi muda. Semua ini akan memperkuat relevansi interpretasi semantik sebagai alat pemahaman Al-Quran yang aplikatif dan inklusif di era modern.

  1. TOBAT DALAM PERSPEKTIF ALQURAN | Hunafa: Jurnal Studia Islamika. tobat perspektif alquran hunafa jurnal... doi.org/10.24239/jsi.v7i2.104.209-222TOBAT DALAM PERSPEKTIF ALQURAN Hunafa Jurnal Studia Islamika tobat perspektif alquran hunafa jurnal doi 10 24239 jsi v7i2 104 209 222
Read online
File size337.42 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test