IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

At-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual TafsirAt-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual Tafsir

Abstrak: Memahami Al‑Quran dalam Islam dilibatkan berbagai metode tafsir, salah satu di antaranya adalah pendekatan irfānī atau mistik yang menekankan pengalaman spiritual serta terungkapnya makna batin dari ayat. Imam Khomeini, pemikir dan pemimpin revolusi Iran, menggunakan pendekatan ini dalam menafsirkan Al‑Quran berdasarkan filsafat tasawuf dan pengalaman langsung akan inti‑inti ilahi. Penelitian ini menggunakan metode perbandingan pustaka yang menelusuri karya primer dan sekunder mengenai tafsir Imam Khomeini, serta karya para sarjana Islam. Hasilnya menegaskan bahwa tafsir irfānī Imam Khomeini menonjolkan dimensi batiniah, menyesuaikan teks lahiriah dengan penafsiran esoterik, serta memperlihatkan hubungan erat antara penyucian jiwa dan pemahaman wahyu. Pendekatan ini menunjukkan relevansinya dalam membentuk pemikiran Islam kontemporer, khususnya dalam memfokuskan pemimpin pada dimensi spiritual yang mendalam.

Tafsir Imam Khomeini merupakan contoh tafsir irfānī yang mengintegrasikan pendekatan spiritual dengan analisis teks.Ia menekankan bahwa pemahaman Al‑Quran tidak hanya bergantung pada logika dan metode rasional, tetapi juga didukung oleh pengalaman mistis dan penyucian jiwa.Pendekatan ini relevan bagi era modern dalam menyoroti dimensi spiritual wahyu.

Penelitian lanjutan dapat membahas bagaimana pendekatan irfānī Imam Khomeini dapat diterapkan secara praktis dalam program pendidikan agama di lembaga keagamaan tingkat menengah, sehingga meningkatkan kesadaran spiritual siswa tanpa mengorbankan pemahaman faktual. Selain itu, studi komparatif antara tafsir Imam Khomeini dengan tafsir sufistik Nabi Muhammad (selama peristiwa-ilmu) dapat memperkaya pemahaman tentang keberagaman interpretasi mistik di kalangan Muslim. Akhirnya, analisis dampak penerapan prinsip teologi irfānī dalam kebijakan kepemimpinan Islam kontemporer perlu dievaluasi lewat studi kasus pemerintahan daerah yang memanfaatkan nilai spiritual sebagai landasan kebijakan sosial.

  1. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/isl.2012.0024Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 isl 2012 0024
  2. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/isl.2016.0023Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 isl 2016 0023
  3. Konsep Tasawuf Amaliyah sebagai Internalisasi Moderasi Beragama Perspektif KH. Djamaluddin Ahmad | Jurnal... doi.org/10.19109/jia.v24i2.19478Konsep Tasawuf Amaliyah sebagai Internalisasi Moderasi Beragama Perspektif KH Djamaluddin Ahmad Jurnal doi 10 19109 jia v24i2 19478
  4. GENEOLOGI TAFSIR SUFISTIK DALAM KHAZANAH PENAFSIRAN AL-QUR’AN | Muttaqin | Jurnal... syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/tamaddun/article/view/4504GENEOLOGI TAFSIR SUFISTIK DALAM KHAZANAH PENAFSIRAN AL QURyCEAN Muttaqin Jurnal syekhnurjati ac jurnal index php tamaddun article view 4504
Read online
File size424.92 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test