IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI

Comm-EduComm-Edu

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kasus anak-anak yang masih kecil dan remaja bahkan sampai orang tua yang berbicara dengan menggunakan kata-kata kasar. Sebagai keluarga yang menjadi tempat belajar anak untuk pertama kalinya, komunikasi keluarga ini menjadi penting terutama dalam mengatasi kebiasaan anak yang berbicara dengan menggunakan bahasa yang kasar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, komunikasi, dan pendidikan dalam keluarga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan responden berjumlah enam orang yang merupakan anak, dan orang tua . Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa masih adanya orang tua yang tidak mengetahui dampak dari berbicara menggunakan kata-kata kasar. dari pembahasan mengenai peran keluarga dalam mengatasi kebiasaan anak berbicara kasar, didapatkan bahwa komunikasi keluarga ini merupakan hal yang terpenting untuk dilakukan dalam sebuah keluarga, karena dengan berkomunikasi anak dapat lebih dekat dengan keluarga dan menghindari hal-hal yang negatif, termasuk penggunaan bahasa negatif dalam berbicara. Komunikasi dalam sebuah keluarga menjadi hal yang penting untuk mengatasi anak berbicara menggunakan Bahasa negatif dengan kata-kata yang kasar.

Dari hasil penelitaian, dan juga pembahsan dapat diambil kesimpulan yaitu bahwa komunikasi keluarga dalam mengatasi kebiasaan anak berbicara kasar itu sangat berperan penting.Ketika komunikasi terjalin dengan baik maka dapat membantu mengatasi kebiasaan anak berbicara kasar, dengan komunikasi anak akan mengerti mengapa orang tua melarang anak untuk tidak berbicara dengan menggunakan bahasa yang kasar.Pendidikan dalam sebuah keluarga juga dapat mencegah anak dalam menggunakan Bahasa yang kasar, dengan adanya Pendidikan keluuga anak akan lebih dekat dengan orang tua dan tidak menggunkaan kata-kata kasar sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas program intervensi komunikasi keluarga yang dirancang khusus untuk mengurangi penggunaan bahasa negatif pada anak. Program ini dapat melibatkan pelatihan keterampilan komunikasi bagi orang tua dan anak, serta kegiatan yang mempromosikan suasana keluarga yang positif dan suportif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi pola komunikasi keluarga, seperti tingkat pendidikan orang tua, status sosial ekonomi, dan norma budaya masyarakat. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi dapat disesuaikan agar lebih relevan dan efektif. Ketiga, penelitian dapat menggunakan pendekatan longitudinal untuk melacak dampak jangka panjang dari pola komunikasi keluarga terhadap perkembangan sosial-emosional anak. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana komunikasi keluarga berkontribusi pada pembentukan karakter dan perilaku anak di masa depan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pencegahan penggunaan bahasa negatif pada anak dan peningkatan kualitas komunikasi dalam keluarga.

Read online
File size177.46 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test