IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

MA'ALIM: Jurnal Pendidikan IslamMA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam

Di zaman sekarang, kultur religius di sekolah mulai luntur. Satu diantaranya yaitu mengenai lunturnya kultur religius sekolah berupa ketawadhuan yang ditandai munculnya fenomena siswa melakukan tindakan kekerasan terhadap guru karena tidak terima di tegur atas perbuatannya. Dalam fenomena lain, ditemukan siswa tidak menghormati guru saat proses belajar berlangsung, Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Ar-risalah Bandung dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai ketawadhaun dalam tradisi pesantren untuk dikembangkan dalam kultur religius sekolah. Penelitian ini sangat penting untuk menetralisasi ketawadhuan pada sekolah umum sehingga menjadi sebuah tradisi yang positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Untuk mendapatkan informasi detail mengenai tadisi nilai-nilai ketawadhuan di pesantren, peneliti menggunakan observasi partisifatif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai ketawadhuan dipraktikkan dalam beragam bentuk pada kehidupan sehari-hari santri dan masing-masing mengandung dasar dan makna berdasarkan sumber ajaran Islam sehingga dapat diadaptasi pada sekolah umum dalam mengembangkan kultur religius sekolah.Praktik-praktik tersebut meliputi siswa tidak meninggalkan kelas sebelum guru keluar, membiasakan mencium tangan guru, berdiri dan menundukkan kepala saat guru lewat, mempersilakan guru untuk mendahului, dan menghormati guru.Implementasi nilai-nilai ini di sekolah memerlukan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan untuk membentuk karakter siswa yang religius dan berakhlak mulia.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas implementasi nilai-nilai ketawadhuan pesantren dalam konteks sekolah umum, dengan membandingkan hasil belajar, perilaku, dan karakter siswa di sekolah yang menerapkan dan tidak menerapkan nilai-nilai tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai ketawadhuan ke dalam kurikulum dan metode pengajaran, serta menguji dampaknya terhadap peningkatan kualitas pendidikan karakter siswa. Ketiga, penting untuk meneliti peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung internalisasi nilai-nilai ketawadhuan pada siswa, serta mencari strategi kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan karakter religius siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT.

Read online
File size482.59 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test