SCITECHGRUPSCITECHGRUP

Frontiers in Sustainable Science and TechnologyFrontiers in Sustainable Science and Technology

Penelitian ini menyelidiki hubungan antara curah hujan dan permukaan air tanah di Daerah Aliran Sungai Utara, Afghanistan, menggunakan data curah hujan jangka panjang (1979–2022) dari 13 stasiun meteorologi dan pengamatan air tanah dari 216 sumur selama 2022–2023. Analisis statistik deskriptif dan Indeks Konsentrasi Curah Hujan (PCI) diterapkan untuk menilai pola curah hujan temporal, variabilitas musiman, dan konsentrasi curah hujan. Tren air tanah dianalisis dengan membandingkan fluktuasi bulanan dan tahunan permukaan air tanah. Hasil menunjukkan penurunan curah hujan dari 1979–1999, diikuti oleh pemulihan bertahap setelah 2000, dengan konsentrasi curah hujan yang meningkat dalam beberapa dekade terakhir, terutama pada musim kemarau. Data air tanah mengungkapkan fluktuasi signifikan di seluruh sub-daerah sungai, dengan beberapa area mengalami penurunan, kemungkinan karena ekstraksi berlebihan atau pengisian ulang yang tidak memadai. Analisis korelasi menyoroti pengaruh variabilitas curah hujan pada permukaan air tanah, yang menunjukkan pentingnya memahami dinamika pengisian ulang musiman. Temuan ini memberikan wawasan tentang hubungan antara curah hujan dan air tanah, menawarkan informasi berharga untuk perencanaan sumber daya air, mitigasi kekeringan, dan pengelolaan berkelanjutan akuifer di Daerah Aliran Sungai Utara.

Studi ini menilai variabilitas curah hujan jangka panjang dan fluktuasi permukaan air tanah di sub-daerah sungai terpilih di Afghanistan utara menggunakan catatan curah hujan historis (1979–2022) dan pengukuran muka air tanah musiman.Hasilnya mengungkapkan penurunan curah hujan tahunan yang nyata dalam beberapa dekade terakhir, disertai dengan peningkatan variabilitas dalam distribusi musiman.Pergeseran ini mengindikasikan tekanan iklim yang meningkat dan kecenderungan yang berkembang menuju kondisi yang lebih kering di wilayah tersebut.Sesuai dengan itu, permukaan air tanah menunjukkan penurunan konsisten di sebagian besar sub-daerah, yang menegaskan pengurangan pengisian ulang dan peningkatan tekanan ekstraksi.Hanya sedikit area yang menunjukkan peningkatan musiman kecil, yang tidak cukup untuk mengimbangi tren menurun secara keseluruhan.Analisis gabungan menyoroti ketidakseimbangan yang jelas antara ekstraksi air tanah dan pengisian ulang alami, diperburuk oleh penurunan input curah hujan.Ini menimbulkan risiko signifikan bagi produktivitas pertanian, pasokan air domestik, dan keberlanjutan akuifer jangka panjang.Penguatan pengelolaan sumber daya air, pengurangan ketergantungan pada air tanah selama musim kemarau, dan peningkatan praktik pengisian ulang sangat penting untuk menjaga keamanan air di masa depan.Pemantauan berkelanjutan, peningkatan pengumpulan data, dan penilaian hidrologi terpadu sangat direkomendasikan untuk mendukung perencanaan sumber daya air yang berkelanjutan di Afghanistan.

Berdasarkan analisis data curah hujan dan air tanah di Daerah Aliran Sungai Utara, Afghanistan, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi dampak perubahan penggunaan lahan, khususnya ekspansi pertanian irigasi, terhadap dinamika air tanah. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan data air tanah di daerah dengan praktik pertanian yang berbeda dan menganalisis perubahan tutupan lahan dari waktu ke waktu. Kedua, penting untuk mengembangkan model hidrologi yang lebih canggih yang dapat mengintegrasikan data curah hujan, data air tanah, dan data penggunaan lahan untuk memprediksi dampak perubahan iklim dan praktik pengelolaan sumber daya air terhadap ketersediaan air tanah. Model ini dapat digunakan untuk menguji berbagai skenario pengelolaan dan mengidentifikasi strategi yang paling efektif untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air. Ketiga, penelitian tentang efektivitas berbagai teknik pengisian ulang buatan, seperti infiltrasi air permukaan dan penggunaan air hujan, perlu dilakukan untuk meningkatkan pengisian ulang air tanah di daerah-daerah yang rentan terhadap kekeringan. Penelitian ini harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis tanah, topografi, dan iklim untuk mengidentifikasi teknik yang paling sesuai untuk setiap lokasi. Dengan menggabungkan wawasan dari penelitian-penelitian ini, pembuat kebijakan dan pengelola sumber daya air dapat membuat keputusan yang lebih tepat untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air di Daerah Aliran Sungai Utara dan wilayah Afghanistan lainnya.

  1. Rainfall and Groundwater Relationship Assessment in the North River Basin, Afghanistan | Frontiers in... journal.scitechgrup.com/index.php/fsst/article/view/603Rainfall and Groundwater Relationship Assessment in the North River Basin Afghanistan Frontiers in journal scitechgrup index php fsst article view 603
Read online
File size482.91 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test