MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

BULLET : Jurnal Multidisiplin IlmuBULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu

Aplikasi bahan organik dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan produktivitas tanah salin. Sumber bahan organik lokal yang berpotensi untuk diaplikasikan adalah abu sekam dan pupuk kandang kotoran sapi. Suatu penelitian rumah kaca yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis abu sekam padi dan dosis pupuk kandang kotoran sapi terhadap salinitas dan hasil tanaman baby buncis telah dilakukan. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis abu sekam padi (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu A0 (tanpa abu sekam padi), A1 (abu sekam padi 20 ton.ha-1), A2 (abu sekam padi 40 ton.ha-1), dan A3 (abu sekam 60 ton.ha-1), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kotoran sapi (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu S0 (tanpa pupuk kandang kotoran sapi), S1 (pupuk kandang kotoran sapi 20 ton.ha-1), S2 (pupuk kandang kotoran sapi 40 ton.ha-1). Setiap unit percobaan diulang sebanyak tiga kali. Variabel pengamatan yang diamati terdiri dari salinitas (DHL), Na, PNT, pH, dan bobot segar polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun tidak terdapat interaksi antara perlakuan dosis abu sekam padi dan dosis pupuk kandang kotoran sapi terhadap seluruh variabel pengamatan, faktor tunggal dosis abu sekam padi berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Perlakuan tunggal dosis pupuk kandang kotoran sapi hanya berpengaruh nyata terhadap salinitas tanah dan PNT. Perlakuan tunggal dosis abu sekam padi 60 ton.ha-1 mampu menurunkan salinitas tanah tertinggi yakni dari 4,35 mmhos.cm-1 menjadi 0,83 mmhos.cm-1 dan menghasilkan bobot segar polong baby buncis tertinggi yakni 24,73 g.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis abu sekam padi dan pupuk kandang kotoran sapi terhadap variabel yang diamati.Dosis abu sekam padi berpengaruh nyata terhadap salinitas tanah, kandungan natrium, persentase natrium dapat ditukar, pH, dan bobot segar polong baby buncis, sementara pupuk kandang hanya berpengaruh terhadap salinitas tanah dan PNT.Pemberian abu sekam padi dosis 60 ton.ha-1 secara signifikan menurunkan salinitas tanah dan meningkatkan hasil panen baby buncis.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji pengaruh kombinasi abu sekam padi dengan jenis bahan organik lain, seperti kompos atau pupuk hijau, terhadap perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah salin. Selain itu, perlu dilakukan studi mendalam mengenai mekanisme pertukaran kation antara abu sekam padi dan ion natrium dalam tanah, serta pengaruhnya terhadap penyerapan hara oleh tanaman baby buncis. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas abu sekam padi dalam mengurangi dampak negatif salinitas terhadap pertumbuhan tanaman lain yang memiliki toleransi berbeda terhadap garam, sehingga dapat memperluas aplikasi teknologi ini di lahan-lahan salin yang lebih luas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi abu sekam padi sebagai amelioran tanah salin dan memberikan solusi berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lahan-lahan marginal.

Read online
File size250.88 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test