KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL

Jurnal Pengabdian NusantaraJurnal Pengabdian Nusantara

Penelitian ini memeriksa penerapan teori discovery learning dalam pendidikan sains di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan dampaknya terhadap peningkatan keterampilan sains siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan meninjau berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan discovery learning mampu meningkatkan keterampilan proses sains siswa, seperti observasi, klasifikasi, formulasi hipotesis, dan kesimpulan. Implementasi metode ini dilakukan melalui kegiatan eksplorasi, eksperimen sederhana, diskusi kelompok, dan refleksi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa di MI. Namun, implementasi discovery learning menghadapi tantangan seperti fasilitas dan infrastruktur terbatas, kemampuan guru yang bervariasi, waktu belajar terbatas, dan kemampuan siswa yang beragam. Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan strategi peningkatan seperti pelatihan guru, pengembangan media pembelajaran sederhana dan kontekstual, dukungan dari pemimpin sekolah, serta integrasi teknologi dan keterlibatan orang tua dalam proses belajar. Secara keseluruhan, discovery learning adalah pendekatan efektif untuk meningkatkan keterampilan sains siswa di MI, asalkan didukung oleh faktor-faktor yang komprehensif dan berkelanjutan.

Penerapan discovery learning dalam pembelajaran sains di Madrasah Ibtidaiyah telah terbukti memiliki dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan proses sains siswa, termasuk observasi, klasifikasi, pengujian hipotesis, dan keterampilan membuat kesimpulan.Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai aktor aktif dalam proses belajar, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar sains secara bermakna.Namun, implementasi discovery learning di MI menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan strategi peningkatan komprehensif untuk mengatasi hambatan tersebut.

1) Meneliti dampak penggunaan teknologi digital dalam mengatasi hambatan keterbatasan fasilitas fisik pada penerapan discovery learning di MI, terutama di daerah terpencil. 2) Mengembangkan studi evaluasi program pelatihan guru berbasis kontekstual lokal untuk meningkatkan kompetensi penerapan discovery learning secara berkelanjutan. 3) Merumuskan model discovery learning adaptif yang mempertimbangkan diferensiasi kemampuan siswa multi-tier berdasarkan level kognitif dalam pembelajaran sains MI.

  1. Hybrid Pedagogical Content Knowledge (PCK): Pendekatan Baru dalam Pengembangan Kompetensi Guru MI | ELEMENTARY... lp3mzh.id/index.php/elementary/article/view/502Hybrid Pedagogical Content Knowledge PCK Pendekatan Baru dalam Pengembangan Kompetensi Guru MI ELEMENTARY lp3mzh index php elementary article view 502
  2. Pengaruh pembelajaran IPA berbasis discovery learning terintegrasi jajanan lokal daerah terhadap keterampilan... journal.uny.ac.id/index.php/jipi/article/view/28459Pengaruh pembelajaran IPA berbasis discovery learning terintegrasi jajanan lokal daerah terhadap keterampilan journal uny ac index php jipi article view 28459
Read online
File size258.61 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test