STBISTBI

PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenPASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

Tulisan ini membahas konsep Pendidikan dan Spiritualitas Ekologis yang diperkenalkan oleh Paus Fransiskus dalam ensiklik Luadato Si dan relevansinya dalam mengkritik pola konsumerisme di masa dewasa ini. Berkembangnya pola konsumerisme dalam kehidupan masyarakat dituduh sebagai salah satu penyebab krisis lingkungan, secara kuhsus dalam masalah sampah. Oleh karena itu, tujuan penulisan artikel ini ialah untuk mengingatkan serta memperbaiki pola konsumerisme yang berlebihan di masa modern berdasarkan perspektif Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si. Untuk mengelaborasi semuanya itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan kajian pustaka sebagai cara untuk mengumpulkan data serta berfokus pada studi dokumen. Dengan demikian, objek material dari penelitian ini ialah konsumerisme, sedangkan objek formalnya ialah perspektif Paus Fransisikus dalam ensiklik Laudato Si. Dari kajian tersebut, penulis menemukan hasil studi yang menunjukan hubungan antara konsumerisme dengan gaya hidup (life style), penggunaan media sosial dan gawai yang turut mengubah psikologi sosial-ekonomi masyarakat serta pengaruh konsumerisme terhadap bertambahnya populasi sampah. Selain itu, artikel ini berfokus pada bagaimana konsep Pendidikan dan Spiritualitas Ekologis dalam Luadato Si dapat berfungsi sebagai kerangka untuk mengubah cara pandang konsumtif, dan juga menawarkanya pandangan praktis yang bisa diadopsi dalam pengembangan kebijakan lingkungan yang lebih insklusif dan berkelanjutan di era modern ini.

Pendidikan dan Spiritualitas Ekologis, sebagaimana digariskan dalam Ensiklik Laudato Si, menawarkan solusi holistik untuk mengatasi konsumerisme berlebihan dan krisis lingkungan.Pendekatan ini mengintegrasikan nilai moral, spiritual, dan praksis untuk mendorong pertobatan ekologis, yaitu pergeseran dari gaya hidup konsumtif menuju tanggung jawab yang lebih besar terhadap bumi sebagai rumah bersama.Dengan demikian, kerangka ini berperan sebagai pedoman etis dan praktis, menyeimbangkan perlindungan lingkungan dengan kebutuhan manusia secara adil dan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi tantangan teknologi digital dan budaya konsumtif.

Penelitian ini telah berhasil mengintegrasikan kritik terhadap konsumerisme digital dengan kerangka Pendidikan dan Spiritualitas Ekologis dari Ensiklik Laudato Si. Namun, masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna memperdalam pemahaman dan penerapan konsep ini secara lebih luas. Salah satu arah penelitian lanjutan yang menarik adalah menyelidiki secara empiris bagaimana model pendidikan dan spiritualitas ekologis ini dapat diimplementasikan sebagai strategi intervensi yang sistematis. Fokusnya bisa pada komunitas dengan latar belakang budaya atau agama yang beragam, melampaui institusi Katolik, untuk secara efektif mengurangi perilaku konsumtif berbasis teknologi digital dan dampak krisis lingkungannya, khususnya masalah sampah. Studi ini dapat mengidentifikasi metode pedagogis non-formal yang paling efektif dan adaptif. Selanjutnya, penting juga untuk mengembangkan kerangka pengukuran yang robust guna mengevaluasi dampak Pendidikan dan Spiritualitas Ekologis terhadap perubahan perilaku konsumsi dan peningkatan kesadaran lingkungan di luar lingkungan pendidikan formal atau keagamaan. Hal ini mencakup survei longitudinal atau studi kasus di ruang publik dan keluarga awam. Terakhir, mengingat sifat konsumerisme yang sudah mengakar dalam gaya hidup modern, penelitian lanjutan dapat fokus pada strategi jangka panjang untuk menumbuhkan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Ini berarti tidak hanya meningkatkan kesadaran awal, tetapi juga membentuk kebiasaan dan nilai-nilai yang mendalam, tahan terhadap godaan konsumtif yang terus-menerus disajikan melalui media sosial dan gawai.

  1. Analisis Budaya Konsumerisme dan Gaya Hidup Dikalangan Remaja Akibat Pengaruh Media Sosial di Kota Tanjungpinang... doi.org/10.36418/jiss.v3i8.676Analisis Budaya Konsumerisme dan Gaya Hidup Dikalangan Remaja Akibat Pengaruh Media Sosial di Kota Tanjungpinang doi 10 36418 jiss v3i8 676
  2. Konsumerisme: "Penjara" Baru Hakikat Manusia? | Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat.... societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/79Konsumerisme Penjara Baru Hakikat Manusia Societas Dei Jurnal Agama dan Masyarakat societasdei rcrs index php SD article view 79
  3. Consumerism And The Environmental Crisis: A Critical Review of Education and Ecological Spirituality... doi.org/10.46494/psc.v21i2.567Consumerism And The Environmental Crisis A Critical Review of Education and Ecological Spirituality doi 10 46494 psc v21i2 567
Read online
File size467.61 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test