POLIMEDIAPOLIMEDIA

Jurnal Ilmiah PublipreneurJurnal Ilmiah Publipreneur

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi kebijakan bantuan operasional sekolah (BOS) di Sekolah Dasar Negeri 126 Pekanbaru beserta faktor yang mempengaruhi dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut. Fokus penelitian ini pada aspek gaji guru honorer sekolah, pengadaan alat multimedia dan buku wajib bagi siswa yang didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan sebanyak 10 orang dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori implementasi menurut Edward III dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan triangulasi. Berdasarkan hasil analisis didapati bahwa pelaksanaan bantuan operasional sekolah berjalan lancar dan ketentuan administrasi dilaksanakan dengan baik. pada aspek komunikasi, terjalin komunikasi efektif antara pemangku kepentingan dan sasaran kebijakan. Untuk aspek sumber daya, tersedianya staff yang kompeten dalam mengelola BOS. Pada aspek struktur birokrasi, pengelola BOS menunjukkan bahwa dalam penggunaan anggaran mengacu dan berpedoman pada petunjuk teknis BOS. Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi pelaksanaan BOS tahun 2020 di SD Negeri 126 Pekanbaru yakni faktor pendukung yang terdiri dari SOP, komunikasi, disposisi dan sumber daya sedangkan faktor penghambat terdiri dari struktur birokrasi, wewenang dan LSM. Walaupun terdapat faktor penghambat dalam implementasinya, namun secara umum peneliti menarik kesimpulan bahwa implementasi program bantuan operasional sekolah pada satuan pendidikan sekolah dasar negeri 126 pekanbaru tahun 2020 telah berjalan dengan baik.

Implementasi kebijakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 126 Pekanbaru secara umum berjalan dengan baik, didukung oleh ketersediaan sumber daya, komunikasi efektif, dan kedisiplinan pelaksana.Faktor pendukung meliputi SOP, komunikasi, disposisi, dan sumber daya, sementara faktor penghambatnya adalah struktur birokrasi, kewenangan, dan tekanan dari LSM.Upaya mengatasi hambatan dilakukan melalui percepatan pelaporan keuangan, koordinasi dengan dinas pendidikan, dan penggunaan dana sesuai petunjuk teknis.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas penerapan SOP dalam implementasi kebijakan BOS di sekolah-sekolah lain di kota Pekanbaru, terutama yang memiliki karakteristik berbeda seperti jumlah siswa, sumber daya, dan tingkat transparansi pengelolaan dana. Kedua, penting untuk mengeksplorasi dampak tekanan dari LSM terhadap pengambilan keputusan keuangan sekolah, termasuk bagaimana sekolah merespons permintaan sumbangan dan menjaga independensi pengelolaan dana BOS. Ketiga, perlu dikaji lebih dalam mengenai pengaruh insentif atau tidak adanya insentif bagi tim pelaksana BOS terhadap motivasi, komitmen, dan kualitas pelaporan keuangan, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada keberlanjutan dan akuntabilitas program. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai faktor-faktor mikro yang memengaruhi pelaksanaan kebijakan pendidikan di tingkat sekolah. Selain itu, temuan dari penelitian lanjutan dapat membantu pengembangan panduan operasional yang lebih fleksibel dan responsif terhadap dinamika lokal. Dengan memahami konteks lokal secara mendalam, kebijakan BOS dapat lebih tepat sasaran dan efisien. Studi banding antar sekolah juga dapat mengungkap praktik terbaik dalam mengelola dana BOS. Pendekatan kualitatif mendalam akan sangat sesuai untuk mengungkap kompleksitas dinamika implementasi kebijakan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyempurnaan regulasi dan pelatihan bagi pelaksana kebijakan pendidikan. Temuan ini juga relevan untuk pengembangan sistem akuntabilitas yang lebih transparan dan partisipatif.

Read online
File size279.62 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test