IITSSIITSS

Jurnal Sinar EdukasiJurnal Sinar Edukasi

Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir kritis matematis siswa menggunakan desain eks-post facto kuantitatif. Sampel terdiri dari 29 siswa kelas XI Ilmu Pengetahuan Alam dari SMA Negeri 1 Binjai, Kabupaten Langkat, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen: tes dan kuesioner kecerdasan emosional. Uji korelasi Spearman menunjukkan koefisien -0,127 dengan nilai signifikansi 0,512, melebihi ambang batas 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak memiliki korelasi signifikan dengan kemampuan berpikir kritis matematis. Berbeda dengan banyak penelitian sebelumnya yang melaporkan asosiasi positif antara kecerdasan emosional dan kemampuan kognitif tingkat tinggi, penelitian ini menyajikan temuan yang berbeda. Kurangnya asosiasi menunjukkan bahwa kecerdasan emosional mungkin tidak secara langsung berkontribusi pada pemikiran kritis dalam pemecahan masalah matematika, terutama dalam lingkungan instruksional yang sangat bergantung pada pendekatan berpusat pada guru. Hasil ini mengimplikasikan bahwa peningkatan kognitif dalam matematika mungkin lebih bergantung pada stimulus akademik eksternal daripada atribut afektif siswa. Penelitian di masa depan disarankan untuk memeriksa variabel mediasi potensial, keterlibatan kelas, interaksi sebaya, atau desain instruksional. Memahami jalur tidak langsung ini dapat memberikan penjelasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana kecerdasan emosional berinteraksi dengan kinerja kognitif.

Berdasarkan analisis Spearman, tidak terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.Meskipun demikian, observasi selama pengumpulan data menunjukkan bahwa faktor-faktor eksternal seperti gangguan lingkungan dan kecemasan saat tes dapat memengaruhi kinerja siswa.Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan kecerdasan emosional, tetapi juga memerlukan intervensi pedagogis yang secara eksplisit membina penalaran, refleksi, dan proses pemecahan masalah terstruktur.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti motivasi akademik, keterlibatan belajar, dan desain instruksional dalam menjelaskan hubungan antara kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir kritis matematis. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau kualitatif, atau kombinasi keduanya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan implementasi intervensi pedagogis yang secara eksplisit membina kemampuan berpikir kritis matematis, seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kolaboratif, atau penggunaan teknologi. Efektivitas intervensi ini dapat dievaluasi melalui studi eksperimen atau quasi-eksperimen. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki bagaimana karakteristik siswa, seperti gaya belajar, minat, atau latar belakang sosial-ekonomi, memengaruhi hubungan antara kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir kritis matematis. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana menyesuaikan strategi pengajaran untuk memenuhi kebutuhan individu siswa.

  1. Jurnal Sinar Edukasi. jurnal sinar edukasi skip main content navigation menu site footer current issue... iitss.or.id/ojs/index.php/jseJurnal Sinar Edukasi jurnal sinar edukasi skip main content navigation menu site footer current issue iitss ojs index php jse
Read online
File size683.34 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test