TRISAKTITRISAKTI

International Journal on Livable SpaceInternational Journal on Livable Space

Sultan Hasanuddin Airport di Makassar telah mengalami peningkatan 11% dalam lalu lintas penumpang dan pertumbuhan tahunan 9% dalam pergerakan pesawat. Pada tahun 2019, Bandar Udara Sultan Hasanuddin melakukan pengembangan apron untuk mengatasi kebutuhan ini. Evaluasi pengembangan dilakukan untuk menentukan ketebalan perkerasan apron yang sesuai. Studi ini membandingkan metode perhitungan konvensional dengan kondisi yang ada menggunakan pendekatan ACN/PCN. Hasil studi menggunakan metode ACN/PCN memerlukan desain ketebalan agregat untuk perkerasan. Ketebalan untuk setiap area pengembangan apron adalah 84 cm, 91 cm, dan 93 cm. Perbandingan hasil dari tiga metode dengan kondisi saat ini, yaitu 95 cm dan 110 cm, menunjukkan bahwa ketebalan perkerasan dari pengembangan tahun 2019—84 cm, 91 cm, dan 93 cm—aman untuk hingga 20 tahun dan mampu mendukung pesawat B777-300 yang direncanakan sesuai dengan spesifikasi desain.

Hasil perhitungan ketebalan perkerasan dan daya dukung menggunakan metode ACN/PCN adalah sebagai berikut.Untuk area pengembangan apron Zona 1, ketebalan perkerasan total adalah 84 cm dengan PCN 94/R/B/X/T.Untuk Zona 2, ketebalan perkerasan total adalah 91 cm dengan PCN 110/R/B/X/T.untuk Zona 3, ketebalan perkerasan total adalah 93 cm dengan PCN 115/R/B/X/T.Metode ACN/PCN memberikan desain ketebalan perkerasan menggunakan grafik desain perkerasan kaku berdasarkan pesawat desain kritis.Perkerasan yang dirancang untuk pengembangan apron di Bandar Udara Sultan Hasanuddin dalam studi ini menunjukkan ketebalan perkerasan yang berbeda dan daya dukung yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi yang ada.Dengan mengintegrasikan metode ACN/PCN dengan pendekatan pemodelan lanjutan, desain perkerasan di Bandar Udara Sultan Hasanuddin dapat dioptimalkan untuk daya tahan dan efisiensi jangka panjang.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengelolaan perkerasan apron di Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif antara metode ACN/PCN dengan metode mekanistik seperti MEPDG (Mechanistic-Empirical Pavement Design Guide) untuk memvalidasi hasil perhitungan dan mendapatkan prediksi kinerja perkerasan yang lebih akurat dalam jangka panjang. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis sensitivitas terhadap parameter-parameter desain seperti jenis material perkerasan, kadar air tanah, dan variasi lalu lintas pesawat, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kritis yang mempengaruhi kinerja perkerasan. Ketiga, pengembangan sistem pemantauan kondisi perkerasan secara real-time menggunakan sensor dan teknologi IoT (Internet of Things) dapat memberikan data yang lebih akurat dan tepat waktu untuk pengambilan keputusan terkait pemeliharaan dan perbaikan perkerasan. Dengan menggabungkan hasil penelitian ini dengan data pemantauan kondisi perkerasan, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perkerasan apron di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan operasional bandara.

  1. Development Planning of Air Side Airport Facilities at Buli Airport, East Halmahera. - IOPscience. development... doi.org/10.1088/1742-6596/1569/4/042040Development Planning of Air Side Airport Facilities at Buli Airport East Halmahera IOPscience development doi 10 1088 1742 6596 1569 4 042040
  2. View of INTEGRATING REGIONAL PAVEMENT TEMPERATURE INTO SIMPLIFIED MATERIAL CHARACTERIZATION FOR AIRPORT... doi.org/10.21660/2024.120.g13162View of INTEGRATING REGIONAL PAVEMENT TEMPERATURE INTO SIMPLIFIED MATERIAL CHARACTERIZATION FOR AIRPORT doi 10 21660 2024 120 g13162
Read online
File size380.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test