UPPUPP

AptekAptek

Komposit polimer yang diperkuat serat alam semakin banyak dikembangkan karena harganya yang relatif terjangkau dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan tarik dan morfologi komposit polipropilena yang diperkuat dengan serat daun pandan laut. Bahan penguat yang digunakan adalah serat daun pandan laut, sedangkan matriks yang digunakan berupa plastik polipropilena. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode compression molding pada suhu 250°C selama satu jam. Variasi fraksi volume serat yang digunakan yaitu 20%, 25%, 30%, 35%, dan 40%. Hasil pengujian tarik menunjukkan kekuatan tarik tertinggi terdapat pada fraksi volume serat 35% sebesar 25,82 MPa, sedangkan kekuatan tarik terendah pada fraksi volume 20% sebesar 10,34 MPa. Berdasarkan hasil pengamatan SEM, ditemukan adanya rongga, retakan, serat yang terlepas, serta kotoran pada permukaan komposit.

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan serat daun pandan laut (Pandanus tectorius) secara signifikan meningkatkan perilaku mekanik komposit polipropilena, mencapai kekuatan tarik optimal sebesar 19,88 MPa pada fraksi volume serat 35%, peningkatan sekitar 63,72% dibandingkan matriks polipropilena tanpa penguatan.Peningkatan ini disebabkan oleh perlakuan alkali pada serat menggunakan larutan NaOH 6%, yang secara efektif menghilangkan kotoran permukaan, meningkatkan kasar permukaan, dan memperkuat adhesi interfacial antara serat dan matriks.Modifikasi ini memfasilitasi transfer stres yang efisien dan ikatan yang lebih kuat di bawah kondisi beban tarik.Pemeriksaan morfologi melalui SEM mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi serat 35% memiliki permukaan retak yang padat dengan sedikit rongga dan serat yang terintegrasi dengan baik, sedangkan fraksi serat yang lebih rendah menunjukkan fenomena pull-out dan adhesi yang tidak memadai, menandakan ikatan interfacial yang lebih lemah.Penurunan kekuatan tarik yang diamati pada fraksi serat 40% disebabkan oleh aglomerasi serat dan kurangnya penutup matriks polimer, yang menyebabkan pembentukan rongga dan inisiasi retak prematur.Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan potensi yang menjanjikan dari serat daun pandan laut sebagai bahan penguat berkelanjutan untuk komposit polimer, menawarkan sifat mekanik yang menguntungkan, ringan, dan biodegradabilitas yang cocok untuk aplikasi seperti komponen interior otomotif dan bahan struktural ramah lingkungan.Penyempurnaan lebih lanjut terhadap perlakuan permukaan serat dan teknik penguatan hibrida disarankan untuk meningkatkan daya tahan dan memastikan keandalan kinerja dalam aplikasi skala industri.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi efek perlakuan permukaan serat yang berbeda pada sifat mekanik komposit polipropilena yang diperkuat serat daun pandan laut. Selain itu, studi tentang pengaruh fraksi volume serat yang lebih tinggi dan variasi matriks polimer dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang potensi aplikasi komposit ini dalam industri otomotif dan konstruksi. Akhirnya, penelitian tentang teknik penguatan hibrida, seperti penggunaan serat alami dan sintetis secara bersamaan, dapat meningkatkan daya tahan dan kinerja komposit secara keseluruhan.

Read online
File size656.03 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test