UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Penelitian ini mengkaji terkait persepsi toleransi keberagaman siswa di SDN Jatinegara Kaum 11 Pagi. Toleransi keberagaman adalah salah satu bentuk karakter yang mencerminkan nilai-nilai hak asasi manusia. Sebagai makhluk sosial, siswa tidak hidup dengan keseragaman budaya yang sama, tetapi di lingkungan sekolah siswa menjumpai keberagaman sebagai individu yang plural dan multikultur. Untuk itu sangat penting menanamkan karakter toleransi keberagaman pada siswa di sekolah dasar sebagai bekal untuk hidup dalam lingkungan sosial yang beragaman melalui penerapan pendidikan berbasis multikultural dengan pendekatan teori rekognisi dari Axel Honneth. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik penelitian purposive sampling dalam bentuk angket dengan model skala likert. Pengambilan data dilakukan dalam jaringan (daring) melalui wadah GoogleForm sejak September-November. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa toleransi siswa terhadap keberagaman telah meningkat di SDN Jatinegara Kaum 11 Pagi, dari presentase data persepsi toleransi keberagaman siswa meningkat positif dengan data indikator aspek kedamaian dengan keseluruhan pernyataan menunjukan hasil sebesar 46.5%, pada data indikator aspek menghargai perbedaan dan individu dengan keseluruhan pernyataan menunjukan hasil sebesar 43.2%, dan pada data indikator aspek kesadaran dengan keseluruhan pernyataan menunjukan hasil sebesar 62.8% dengan skala skor tertinggi adalah 100%. Dengan demikian dengan menerapkan pendidikan berbasis multikultural dengan pendekatan teori rekognisi dari Axel Honneth memberikan peningkatan positif bagi persepsi toleransi keberagaman siswa di SDN Jatinegara Kaum 11 Pagi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi siswa terhadap keberagaman telah meningkat di SDN Jatinegara Kaum 11 Pagi, dan presentase data persepsi toleransi keberagaman siswa meningkat positif.Untuk meningkatkan rekognisi karakter toleransi keberagaman siswa, pendidikan berbasis multikultural dapat digunakan untuk menanamkan hak-hak sipil siswa dalam lingkungan sekolah.Indikator karakter toleransi mencakup aspek kedamaian, menghargai perbedaan, dan kesadaran.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai pengaruh faktor-faktor sosial dan ekonomi terhadap persepsi toleransi keberagaman siswa, dengan mempertimbangkan peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam membentuk sikap toleransi siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi berbasis sekolah yang efektif dalam meningkatkan toleransi keberagaman siswa, dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua sebagai bagian dari proses intervensi. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas penggunaan media sosial dan teknologi digital dalam menanamkan nilai-nilai toleransi keberagaman pada siswa, dengan mempertimbangkan potensi dan tantangan penggunaan teknologi dalam pendidikan.

  1. PERJUANGAN MULTIKULTURALISME PERHIMPUNAN INDONESIA TIONGHOA DALAM PERSPEKTIF REKOGNISI AXEL HONNETH |... journal.ubm.ac.id/index.php/bricolage/article/view/1649PERJUANGAN MULTIKULTURALISME PERHIMPUNAN INDONESIA TIONGHOA DALAM PERSPEKTIF REKOGNISI AXEL HONNETH journal ubm ac index php bricolage article view 1649
  2. Implementasi Metode Pembiasaan dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moderasi Beragama pada Anak Usia Dini | Jurnal... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/4360Implementasi Metode Pembiasaan dalam Menanamkan Nilai Nilai Moderasi Beragama pada Anak Usia Dini Jurnal obsesi index php obsesi article view 4360
  3. Penanaman Karakter Peduli Sosial Pada Siswa Sekolah Dasar | QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan... doi.org/10.37680/qalamuna.v13i2.802Penanaman Karakter Peduli Sosial Pada Siswa Sekolah Dasar QALAMUNA Jurnal Pendidikan Sosial dan doi 10 37680 qalamuna v13i2 802
Read online
File size666.53 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test