STAI ALISTAI ALI

Efada : Jurnal Pengabdian MasyarakatEfada : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Tujuan utama penciptaan manusia oleh Allah adalah untuk beribadah kepada-Nya, seperti yang tertulis dalam Alquran. Salah satu bentuk ibadah yang penting dalam Islam adalah shalat, sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Sang Pencipta. Setiap Muslim diwajibkan melaksanakan shalat minimal lima kali sehari. Imam memiliki peran kunci sebagai pemimpin dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid, dengan syarat tertentu, termasuk kemampuan membaca Alquran. Di TPA Al-Muttaqiin, keberadaan imam menjadi krusial dalam menjaga aktivitas keagamaan, namun kurangnya pemuda yang bersedia menjadi imam menjadi tantangan. Sebagai respons, dilakukan program kaderisasi imam untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pemuda agar mereka dapat menjadi imam yang kompeten. Pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) digunakan untuk memanfaatkan potensi masyarakat dalam melaksanakan program tersebut. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan keberadaan imam di dusun tersebut dapat ditingkatkan, mengisi kekosongan, dan memberikan dampak positif pada aktivitas keagamaan setempat.

Ibadah merupakan tujuan utama penciptaan manusia oleh Allah, sebagaimana yang dinyatakan dalam Alquran.Shalat menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat esensial dalam Islam karena berfungsi sebagai media langsung untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta.Setiap individu Muslim diwajibkan untuk menjalankan shalat minimal lima kali sehari.Peran seorang imam dalam shalat sangatlah vital sebagai pemimpin dalam mengatur dan melaksanakan shalat berjamaah di masjid.Namun, menjadi imam menuntut pemenuhan syarat-syarat khusus, termasuk keahlian dalam membaca Alquran.Di TPA Al-Muttaqiin, keberadaan imam menjadi krusial dalam memelihara kegiatan keagamaan.Namun, kekurangan pemuda yang bersedia menjadi imam menjadi hambatan dalam kelancaran kegiatan keagamaan di dusun tersebut.Sebagai langkah tanggapannya, program kaderisasi imam diterapkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pemuda agar mereka mampu menjadi imam yang berkualitas.Pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) dipilih untuk memanfaatkan potensi yang ada dalam masyarakat guna melaksanakan program tersebut.Dengan upaya-upaya ini, diharapkan kehadiran imam di dusun tersebut dapat ditingkatkan, mengisi kekosongan, dan memberikan dampak positif pada aktivitas keagamaan setempat.

Sebagai saran penelitian lanjutan, pertama, dapat dikembangkan program pelatihan imam dengan menggunakan teknologi digital, seperti aplikasi pembacaan Alquran interaktif, untuk meningkatkan kemampuan baca Alquran peserta secara efektif. Kedua, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh partisipasi masyarakat dalam proses seleksi imam terhadap kualitas shalat berjamaah, terutama dengan melibatkan tokoh agama lokal dalam proses evaluasi. Ketiga, dapat diadakan penelitian tentang perbandingan efektivitas pendekatan ABCD dengan pendekatan lain dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan TPQ, khususnya dalam meningkatkan minat pemuda menjadi imam. Dengan menggabungkan inovasi teknologi, partisipasi masyarakat, dan evaluasi metode pendekatan, diharapkan program kaderisasi imam dapat lebih optimal dalam mencapai tujuannya.

  1. Pelatihan Imam Shalat Bagi Pembina TPQ Al-Muttaqin Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari | Efada : Jurnal... jurnal.stai-ali.ac.id/index.php/Efada/article/view/702Pelatihan Imam Shalat Bagi Pembina TPQ Al Muttaqin Desa Mertelu Kecamatan Gedangsari Efada Jurnal jurnal stai ali ac index php Efada article view 702
Read online
File size562.86 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test