SIMPADUSIMPADU

ELIPS: Jurnal Pendidikan MatematikaELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika

Transisi dari pembelajaran matematika di sekolah menengah ke perguruan tinggi sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama dalam memahami pembuktian matematis, yang menuntut keterampilan logis, pemahaman konsep, dan kemampuan kognitif yang melibatkan berbagai proses di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan soal pembuktian matematis khususnya pada materi teori himpunan menurut sudut pandang neurosains.

Mahasiswa mengalami kesulitan dalam pembuktian matematis pada materi teori himpunan.1) mahasiswa sering terjebak dalam manipulasi aljabar yang salah karena kurangnya pemahaman konsep dasar, yang menurut neurosains berkaitan dengan keterbatasan memori kerja di prefrontal cortex, yang mengelola informasi abstrak dan logika formal.2) Kesalahan juga muncul dalam representasi visual, seperti pada diagram Venn yang tidak tepat, karena masalah integrasi visual dan abstrak yang melibatkan jalur parietal-oksipital, yang penting dalam memproses informasi spasial dan konsep abstrak.3) Selain itu, mahasiswa jarang memberikan ilustrasi contoh konkret, yang menunjukkan kurangnya pemanfaatan kemampuan visualisasi yang melibatkan jalur ventral visual cortex untuk menghubungkan konsep abstrak dengan contoh nyata.

Untuk mengatasi kesulitan pembuktian matematis pada materi teori himpunan, pendidik disarankan untuk memperkuat pemahaman konsep dasar sebelum memperkenalkan manipulasi aljabar yang lebih kompleks. Mahasiswa perlu diberikan latihan dalam merepresentasi berbagai macam himpunan dalam diagram Venn untuk membantu mereka memvisualisasikan konsep-konsep abstrak dengan lebih jelas. Selain itu, mendorong mahasiswa untuk menggunakan ilustrasi konkret yang dapat mengaitkan teori abstrak dengan contoh nyata, sehingga mereka lebih mudah memahami konsep. Mengintegrasikan metode pembelajaran visual dan simbolis secara bersamaan juga penting untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih seimbang dan mendalam.

  1. Pendekatan Teori Himpunan untuk Memahami Hubungan Antar Komunitas Adat di Papua | Katalis Pendidikan... journal.lpkd.or.id/index.php/Katalis/article/view/1254Pendekatan Teori Himpunan untuk Memahami Hubungan Antar Komunitas Adat di Papua Katalis Pendidikan journal lpkd index php Katalis article view 1254
  2. Thought Beyond Language - Martin M. Monti, Lawrence M. Parsons, Daniel N. Osherson, 2012. thought beyond... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0956797612437427Thought Beyond Language Martin M Monti Lawrence M Parsons Daniel N Osherson 2012 thought beyond journals sagepub doi 10 1177 0956797612437427
  3. Neural Responses in Parietal and Occipital Areas in Response to Visual Events Are Modulated by Prior... doi.org/10.1371/journal.pone.0084331Neural Responses in Parietal and Occipital Areas in Response to Visual Events Are Modulated by Prior doi 10 1371 journal pone 0084331
  4. Studi Analisis: Teori Pemrosesan Informasi dalam Pembelajaran PAI Berbasis HOTS | Nisa | Jurnal Ilmiah... dikdaya.unbari.ac.id/index.php/dikdaya/article/view/525Studi Analisis Teori Pemrosesan Informasi dalam Pembelajaran PAI Berbasis HOTS Nisa Jurnal Ilmiah dikdaya unbari ac index php dikdaya article view 525
Read online
File size990.1 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test