UNAIUNAI

11th International Scholars Conference11th International Scholars Conference

Kompetensi pengajaran umumnya merujuk pada pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru. Namun, kompetensi pengajaran memiliki berbagai bentuk. Kompetensi spesifik mengarah pada berbagai praktik pengajaran. Sebagai praktik pengajaran yang berfokus pada siswa menjadi salah satu yang paling bernilai, penelitian ini menyelidiki bagaimana kompetensi pengajaran dalam fasilitasi dan inklusivitas berkontribusi pada praktik pengajaran berfokus pada siswa (LCT). Artikel ini menyelidiki praktik pendekatan LCT berdasarkan kompetensi guru dalam fasilitasi dan inklusivitas, oleh guru di Asia-Pacific International University (AIU) dan Adventist International Mission School (AIMS), yang berada di Muak Lek, Thailand. Terdapat 57 peserta, yaitu 60% dari guru kedua institusi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan sampling purposive. Alat ukur 30 item yang dikembangkan sendiri disiapkan untuk penelitian ini. Ditemukan bahwa terdapat tingkat kesepakatan atau implementasi rata-rata di seluruh strategi pengajaran untuk tiga kelompok (fasilitasi, inklusivitas, dan LCT). Tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam praktik fasilitasi, inklusivitas, dan LCT di antara rata-rata kelompok, karena nilai p (Sig.) lebih besar dari .05. Satu faktor diekstraksi menggunakan analisis regresi langkah demi langkah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam praktik pendekatan LCT berdasarkan fasilitasi dan inklusivitas, baik peserta adalah guru sekolah menengah internasional maupun guru universitas internasional.Di antara faktor yang dipertimbangkan untuk LCT, inklusivitas memengaruhi LCT.Dengan demikian, disimpulkan bahwa semakin kompeten guru dalam inklusivitas terhadap siswa, semakin mereka akan menerapkan LCT untuk membantu siswa individu dalam lingkungan pembelajaran.Disarankan agar bidang topik ini diperluas dan didukung dengan studi kualitatif untuk memberikan perspektif pada praktik kompetensi pengajaran yang mengarah pada LCT.

Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi dampak kompetensi guru dalam lingkungan pendidikan yang lebih beragam, melampaui institusi yang diteliti saat ini. Studi kualitatif dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana fasilitasi dan inklusivitas memengaruhi keterlibatan siswa. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efek jangka panjang kompetensi ini terhadap kinerja akademik siswa. Selanjutnya, penelitian perlu mengatasi keterbatasan studi saat ini dengan menggabungkan partisipan yang lebih luas. Analisis peran faktor budaya dalam kompetensi guru mungkin memberikan perspektif baru. Studi komparatif antara metode pengajaran berbeda dapat meningkatkan pemahaman. Penelitian longitudinal yang memantau perkembangan siswa mungkin mengungkap manfaat berkelanjutan. Penelitian tentang efektivitas program pelatihan inklusivitas dapat membentuk kebijakan pendidikan. Penelitian tentang integrasi teknologi dalam teknik fasilitasi mungkin menghasilkan pendekatan inovatif. Terakhir, mengeksplorasi hubungan antara kompetensi guru dan motivasi siswa dapat memberikan strategi yang dapat diterapkan.

Read online
File size203.8 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test