UNAIUNAI

11th International Scholars Conference11th International Scholars Conference

Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif sebuah universitas berbasis iman dalam membantu mahasiswa mengembangkan hasil institusional kunci, yaitu kompetensi profesional, iman aktif, tanggung jawab sosial, pelayanan tanpa pamrih, dan gaya hidup seimbang (PASSB), serta seberapa sering mahasiswa menerapkan hasil-hasil tersebut. Sebuah kuesioner survei keluar yang telah divalidasi didistribusikan kepada total 377 mahasiswa senior yang akan lulus melalui Google Form. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan kecukupan dan praktik. Analisis korelasi dilakukan antara seberapa jauh universitas berbasis iman telah membantu mahasiswa mengembangkan hasil institusional kunci dalam hal kompetensi profesional, pelayanan aktif, tanggung jawab sosial, dan gaya hidup seimbang, serta seberapa sering mereka menerapkan hasil-hasil tersebut. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa menilai upaya universitas dalam mempersiapkan mereka di bidang-bidang tersebut sebagai cukup memadai. Kompetensi profesional menerima penilaian tertinggi, sementara tanggung jawab sosial dinilai terendah, meskipun masih dianggap memadai. Di sisi praktik, mahasiswa sering terlibat dalam hasil institusional tersebut. Gaya hidup seimbang sering dipraktikkan dan dinilai tertinggi, sedangkan tanggung jawab sosial dinilai terendah tetapi tetap berada dalam kategori sering. Kekuatan hubungan antara kecukupan dan praktik adalah moderat, dan semua hasilnya secara statistik signifikan. Universitas memainkan peran signifikan dalam seberapa sering mahasiswa menerapkan PASSB. Temuan ini menunjukkan efektivitas program universitas dalam menumbuhkan hasil institusional kunci, sekaligus mengidentifikasi tanggung jawab sosial sebagai area yang perlu mendapat perhatian lebih dalam kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler untuk meningkatkan keselarasan antara persiapan dan praktik.

Universitas berbasis iman telah membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi profesional, iman aktif, tanggung jawab sosial, pelayanan tanpa pamrih, dan gaya hidup seimbang secara memadai.Dari hasil ini, kompetensi profesional mendapat penilaian tertinggi dari mahasiswa yang akan lulus, sedangkan tanggung jawab sosial mendapat penilaian terendah, tetapi masih dianggap memadai, yang menunjukkan kebutuhan untuk menekankan area ini lebih lanjut dalam inisiatif dan kegiatan universitas di masa depan.Selain itu, mahasiswa yang akan lulus sering menerapkan hasil institusional profesional kompetensi, iman aktif, tanggung jawab sosial, pelayanan tanpa pamrih, dan gaya hidup seimbang.Dapat dicatat bahwa gaya hidup seimbang mendapat penilaian tertinggi, sedangkan tanggung jawab sosial mendapat penilaian terendah, tetapi masih berada dalam kategori sering. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa secara teratur menerapkan nilai-nilai dan hasil yang ditekankan oleh universitas berbasis iman.Ada hubungan yang signifikan dan moderat antara kecukupan hasil institusional yang disediakan oleh universitas berbasis iman dan seberapa sering mahasiswa menerapkan hasil-hasil tersebut dalam hal kompetensi profesional, pelayanan aktif, tanggung jawab sosial, pelayanan tanpa pamrih, dan gaya hidup seimbang.Kekuatan hubungan adalah moderat, dan semua hasilnya secara statistik signifikan.Hasil ini menunjukkan bahwa universitas memainkan peran signifikan dalam seberapa sering mahasiswa menerapkan PASSB.Dalam hasil penelitian, kecukupan dan praktik iman aktif memiliki hubungan terkuat, sedangkan pelayanan tanpa pamrih memiliki derajat terlemah.Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa menganggap bahwa universitas berbasis iman telah mempersiapkan mereka secara memadai dalam mempengaruhi praktik kompetensi profesional, iman aktif, pelayanan tanpa pamrih, tanggung jawab sosial, dan gaya hidup seimbang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa rekomendasi telah dibuat: Mengembangkan Fokus Kurikulum pada Pelayanan Tanpa Pamrih: Karena pelayanan tanpa pamrih menunjukkan korelasi terlemah, universitas berbasis iman harus mempertimbangkan untuk mengintegrasikan fokus ini dalam kurikulum mereka untuk menekankan lebih besar pada menanamkan dan mempromosikan perilaku pelayanan tanpa pamrih di antara mahasiswa. Kegiatan terkait pelayanan tanpa pamrih dapat diintegrasikan dalam program layanan ekstensi masyarakat, program outreach gereja, dan kegiatan ekstra kurikuler terkait lainnya dari universitas berbasis iman. Mempertahankan dan/atau Memperkuat Kompetensi Profesional: Ada kebutuhan untuk mempertahankan dan bahkan memperkuat kompetensi profesional mahasiswa untuk program yang berkelanjutan melalui upaya kolaboratif antara karyawan dan mahasiswa universitas berbasis iman. Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan untuk PASSB: Harus ada pendidikan dan pelatihan berkelanjutan di bidang-bidang ini untuk mempertahankan dan meningkatkan praktik mahasiswa dalam kompetensi profesional, iman aktif, pelayanan tanpa pamrih, tanggung jawab sosial, dan gaya hidup seimbang. Umpan Balik Berkelanjutan: Umpan balik mahasiswa yang berkelanjutan melalui survei keluar dan lainnya untuk membantu mengidentifikasi kesenjangan dalam kecukupan yang dirasakan dan mendorong praktik mahasiswa yang lebih efektif dari hasil kunci universitas.

  1. A balancing act–finding one´s way to health and well-being: A qualitative analysis of interviews... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0275848A balancing actAefinding oneAs way to health and well being A qualitative analysis of interviews journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0275848
  2. Turkish Journal of Science and Health » Submission » NURSING STUDENTS’ SELF-ASSESSMENTS... doi.org/10.51972/tfsd.1161875Turkish Journal of Science and Health A Submission A NURSING STUDENTSAo SELF ASSESSMENTS doi 10 51972 tfsd 1161875
Read online
File size220.62 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test