IAFORISIAFORIS

ICIEICIE

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar di berbagai bidang, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu perubahan yang paling signifikan yakni dalam kemudahan aksebilitas dan fleksibilitas informasi. Saat ini, informasi termasuk materi pembelajaran dapat diakses dengan cepat dan mudah, kapan saja dan di mana saja. Kemudahan ini membentuk kebiasaan masyarakat untuk mendapatkan segala sesuatu secara instan, termasuk dalam aktivitas pembelajaran. Situasi seperti ini, juga menyebabkan masyarakat cenderung menghindari pembelajaran yang berdurasi panjang dan lebih memilih pendekatan pembelajaran yang memungkinkan belajar dalam waktu singkat, interaktif dan menarik seperti video pendek berbentuk reels, short video atau video animasi yang sederhana.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak seluruh pembelajaran qowaid pada channel YouTube Yayasan BISA sesuai dengan pendekatan microlearning.Dari total 23 playlist yang memuat konten pembelajaran qowaid, hanya 2 playlist yakni playlist Animasi Nahwu dan Animasi Sharaf, yang sesuai dengan prinsip-prinsip microlearning, seperti durasi video yang singkat, fokus pada satu topik utama, penyajian materi yang terstruktur dan bertahap, serta kemudahan akses bagi pembelajar.Hal ini memudahkan pembelajar untuk memahami materi secara bertahap tanpa merasa terbebani oleh kompleksitas materi yang biasanya dianggap sulit dan memerlukan waktu lama untuk dikuasai.Penilaian ini sepenuhnya didasarkan pada analisis karakteristik video, bukan pada klaim atau penerapan formal dari pihak pengelola channel, sehingga adaptasi unsur microlearning pada kedua playlist tersebut terjadi secara tidak langsung dan dapat membantu pembelajar memahami materi qowaid dengan cara yang lebih praktis dan efisien.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara channel YouTube Yayasan BISA dengan channel-channel lainnya yang menawarkan pembelajaran qowaid. Penelitian ini dapat mengeksplorasi aspek-aspek seperti kualitas konten, strategi pedagogi, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran qowaid. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki dampak dari pendekatan microlearning terhadap retensi informasi dan motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam pengembangan model pembelajaran bahasa Arab yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.

  1. SYNCHRONOUS AND ASYNCHRONOUS E-LEARNING | Amiti | European Journal of Open Education and E-learning Studies.... doi.org/10.46827/ejoe.v5i2.3313SYNCHRONOUS AND ASYNCHRONOUS E LEARNING Amiti European Journal of Open Education and E learning Studies doi 10 46827 ejoe v5i2 3313
Read online
File size594.75 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test