INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER

Neo Journal of economy and social humanitiesNeo Journal of economy and social humanities

Penelitian ini menyelidiki bagaimana masyarakat pedesaan memahami nilai uang dan sistem pertukaran dalam ekonomi digital yang sedang berkembang. Karena layanan keuangan digital seperti perbankan mobile, transaksi berbasis QR, dan dompet digital mulai masuk ke daerah pedesaan, makna tradisional nilai moneter sedang dinegosiasikan kembali. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis naratif, data dikumpulkan dari 24 peserta di tiga daerah pedesaan Indonesia melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus (FGD). Analisis tematik mengidentifikasi empat tema utama: (1) uang sebagai nilai sosial dalam transaksi lokal, (2) koeksistensi praktik tradisional dan digital, (3) resistensi terhadap digitalisasi karena kesenjangan literasi dan masalah kepercayaan, dan (4) munculnya model pertukaran hibrida. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun alat digital memberikan kecepatan dan kenyamanan, sifat abstrak dan impersonal mereka sering bertentangan dengan reciprocitas, kepercayaan sosial, dan pertukaran yang dapat dirasakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai uang dalam ekonomi digital pedesaan tidak hanya ekonomi tetapi juga budaya dan relasional, mencerminkan pemahaman hibrida di mana logika digital dan tradisional konvergen. Wawasan ini menekankan pentingnya merancang kebijakan inklusi keuangan digital yang peka budaya dan selaras dengan logika sosial masyarakat pedesaan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai uang dalam konteks ekonomi digital pedesaan tidak mengalami proses penggantian radikal, tetapi bergerak melalui jalur transformasi yang kompleks dan dapat dinegosiasikan.Proses digitalisasi keuangan yang terjadi di masyarakat desa tidak selalu menghilangkan atau mengganti nilai ekonomi yang telah lama berakar dalam struktur sosial masyarakat.Sebaliknya, uang digital diadopsi secara selektif dan bertahap, mengikuti penalaran lokal serta norma sosial yang sudah mapan.Nilai uang bagi masyarakat pedesaan tidak hanya dipahami dari aspek nominal atau fungsional, tetapi juga mengandung dimensi simbolis, moral, dan relasional.Dalam praktik sehari-hari, transaksi keuangan tidak hanya tentang pertukaran nilai ekonomi, tetapi juga ruang untuk interaksi, negosiasi sosial, dan pembangunan kepercayaan antara anggota masyarakat.Oleh karena itu, saat uang berubah menjadi bentuk digital yang abstrak, impersonal, dan otomatis, tantangan baru muncul dalam menyesuaikan nilai-nilai sosial ini ke dalam sistem yang secara struktural dan budaya berbeda.Fenomena ini tidak hanya menunjukkan adanya resistensi terhadap teknologi, tetapi juga menunjukkan strategi adaptasi sosial yang hati-hati berdasarkan nilai-nilai lokal.Masyarakat tidak sepenuhnya menolak teknologi, tetapi melakukan proses menyaring nilai - mengambil aspek yang menurut mereka mendukung efisiensi tanpa mengorbankan kedekatan sosial.Praktek hibrida mulai muncul, seperti penggunaan dompet digital untuk transfer dana arisan yang masih disertai interaksi sosial melalui pertemuan tatap muka atau grup online.Hal ini mencerminkan bahwa ekonomi digital di daerah pedesaan bersifat relasional dan tidak terpisahkan dari konteks sosial di mana ia beroperasi.

Berdasarkan temuan, penelitian lanjutan dapat mengusulkan pengembangan model inklusi keuangan digital yang sensitif budaya dan partisipatif. Model ini dapat dirancang untuk mengakomodasi nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat pedesaan, serta melibatkan pemimpin lokal dalam implementasinya. Selain itu, pelatihan yang ditargetkan dapat menekankan literasi digital dan relevansi budaya untuk meningkatkan penerimaan. Dengan mengintegrasikan inovasi teknologi dalam nilai-nilai sosial lokal, kebijakan dapat memastikan sistem keuangan digital menjadi inklusif, berkelanjutan, dan benar-benar memberdayakan masyarakat pedesaan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana narasi komunitas dapat diintegrasikan ke dalam desain program dan bagaimana kepercayaan berbasis praktik dapat diadaptasi ke dalam layanan keuangan digital. Dengan demikian, transformasi ekonomi digital di desa dapat berhasil dan berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat pedesaan.

  1. Interpreting Community Narratives on the Value of Money and Exchange in Rural Digital Economies | Neo... internationalpublisher.id/journal/index.php/Nejesh/article/view/320Interpreting Community Narratives on the Value of Money and Exchange in Rural Digital Economies Neo internationalpublisher journal index php Nejesh article view 320
  2. 0. home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board... doi.org/10.13189/ujaf.2022.1002090 home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board doi 10 13189 ujaf 2022 100209
  3. Contesting Financial Inclusion - Mader - 2018 - Development and Change - Wiley Online Library. contesting... doi.org/10.1111/dech.12368Contesting Financial Inclusion Mader 2018 Development and Change Wiley Online Library contesting doi 10 1111 dech 12368
Read online
File size274.29 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test