IPMAFAIPMAFA

Mu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi IslamMu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam

Penelitian ini mengkaji respons penonton terhadap tayangan FTV Azab dengan fokus pada konstruksi wacana kekerasan, pembalasan, dan pengaruhnya terhadap pemahaman agama. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap enam informan, penelitian ini menemukan bahwa meskipun tayangan tersebut disadari sebagai produk komersial, sebagian besar informan menerima nilai moral yang ditawarkan namun menolak pengemasan yang minim kreativitas. FTV Azab membangun wacana kekerasan sebagai metode untuk mengatasi permasalahan, yang berpotensi memperkuat fanatisme dan ekstremisme. Informan cenderung menolak konsep pembalasan sebagai dasar keimanan dan lebih menekankan keikhlasan serta harapan dalam beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media religi harus lebih menonjolkan sisi kemanusiaan, harapan, dan motivasi positif, serta menghindari narasi kekerasan yang dapat memperburuk stereotip agama dan mendorong pemahaman yang lebih simplistik terhadap ajaran agama. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang pengaruh media terhadap persepsi agama dalam masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis terhadap tayangan FTV Azab dan respons para informan, dapat disimpulkan bahwa film televisi ini membangun wacana yang sangat kuat mengenai konsep kekerasan, balasan, dan ketakutan sebagai landasan moral dalam beragama.Wacana tersebut sering kali mengedepankan narasi hitam-putih yang simplistik, di mana kebaikan akan mendapat pahala dan kejahatan akan dibalas dengan azab, baik di dunia maupun di akhirat.Konsep pembalasan ini tidak hanya terlihat secara fisik dalam adegan kekerasan yang ditampilkan, tetapi juga terbentuk sebagai wacana yang membentuk cara berpikir masyarakat, khususnya dalam menghadapi persoalan moral dan sosial.Meskipun FTV Azab memiliki daya tarik bagi sebagian orang, tidak semua informan menerima narasi tersebut secara utuh.Sebagian lainnya, seperti Hidayat, Miati, dan informan lainnya, menolak pendekatan yang mengedepankan balasan sebagai alasan utama dalam beragama.Mereka menganggap bahwa beragama seharusnya didasari oleh keikhlasan dan pengabdian kepada Tuhan, bukan karena harapan akan surga atau ketakutan akan neraka.Mereka juga menekankan bahwa konsep pembalasan adalah hak prerogatif Tuhan, bukan wewenang manusia untuk menentukan hukuman atas perbuatan orang lain.Dari perspektif ini, terlihat bahwa tayangan tersebut mengabaikan kompleksitas dan nuansa dalam ajaran agama, terutama yang berkaitan dengan keikhlasan, kebaikan, dan pengertian terhadap kesalahan atau kekurangan orang lain.Informan mengharapkan media agama yang mampu memberikan pesan yang lebih membangun, memberikan harapan, dan menyeimbangkan ketakutan dengan kasih sayang serta motivasi positif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang pengaruh tayangan FTV Azab terhadap pemahaman agama dan moralitas di kalangan remaja. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap remaja yang sering menonton FTV Azab. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana tayangan ini mempengaruhi persepsi remaja tentang keadilan dan hukuman, serta bagaimana mereka menginternalisasi nilai-nilai agama yang disajikan dalam tayangan tersebut. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada dampak jangka panjang dari tayangan FTV Azab terhadap perilaku dan sikap remaja dalam kehidupan sehari-hari. Apakah tayangan ini mendorong perilaku yang lebih religius atau justru menimbulkan ketakutan dan sikap defensif terhadap agama? Penelitian ini dapat menggunakan metode survei dan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data tentang perubahan sikap dan perilaku remaja sebelum dan setelah menonton FTV Azab. Terakhir, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi bagaimana tayangan FTV Azab mempengaruhi persepsi remaja tentang hubungan antara agama dan kekerasan. Apakah tayangan ini memperkuat stereotip negatif tentang agama sebagai sumber kekerasan atau justru memberikan pemahaman yang lebih kompleks tentang hubungan antara agama dan kekerasan? Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis konten untuk menganalisis tayangan FTV Azab dan metode kualitatif untuk mewawancarai remaja tentang persepsi mereka terhadap hubungan antara agama dan kekerasan.

  1. Artikulasi Nalar Kekerasan dalam Beragama (Analisis Kultural Film Televisi “Azab”) | Mu'ashir:... journal.ipmafa.ac.id/index.php/muashir/article/view/1295Artikulasi Nalar Kekerasan dalam Beragama Analisis Kultural Film Televisi AuAzabAy Muashir journal ipmafa ac index php muashir article view 1295
Read online
File size444.7 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test