IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

QAULAN: Journal of Islamic CommunicationQAULAN: Journal of Islamic Communication

Salah satu media dakwah Sunan Kalijaga yang mengakar kuat di tradisi Jawa adalah Kidung Rumeksa Ing Wengi. Banyak kajian mengupas pesan dakwah dalam kidung ini, namun masih belum ada yang mengkaji makna kidung dalam perspektif makna hermeneutik secara mendalam. Penelitian ini berupaya menggali makna kidung secara holistik dengan tinjauan hermeneutik Schleiermacher, dan menghubungkannya dengan konsep hipnoterapi. Metode penelitian ini menggunakan library research. Metode analisis menggunakan hermeneutik Schleiermacher berupa interpretasi gramatis dan interpretasi psikologis kemudian mengintegrasikannya dengan teori hipnoterapi. Penelitian ini menemukan bahwa Kidung Rumeksa Ing Wengi merupakan sebuah bentuk terapi bawah sadar pada maduw kejawen di masa Sunan Kalijaga berdakwah. Terapi psikologis bawah sadar ini diharapkan dapat membentuk sugesti positif pada maduw agar tidak lagi takut dengan berbagai malapetaka dan hal mistis yang kerap dikirimkan para pembenci Islam masa itu. Lewat kidung ini, Sunan Kalijaga berupaya membangun sugesti positif bahwa segala apapun marabahaya yang ada di dunia ini, tidak akan mungkin terjadi tanpa ijin Allah Swt.

Kidung Rumeksa Ing Wengi dipersepsikan sebagai terapi psikologis bawah sadar yang diterapkan Sunan Kalijaga kepada maduwnya, guna mengatasi ketakutan dan kecemasan yang disebabkan oleh unsur mistis dan konflik sosial.Melalui pendekatan hermeneutik Schleiermacher dan konsep hipnoterapi, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kidung berfungsi sebagai sugesti positif yang menanamkan keyakinan bahwa segala peristiwa bergantung pada izin Allah.Kontribusi utama penelitian ini adalah penyatuan teori hermeneutika dengan psikologi hipnoterapi, menawarkan perspektif baru bagi pengembangan media dakwah yang responsif terhadap psikologi bawah sadar penerima.

Penelitian lanjutan dapat mempertimbangkan (1) sebuah studi eksperimental yang mengukur efek sugesti positif dari Kidung Rumeksa Ing Wengi pada tingkat kecemasan pendengarnya, (2) analisis komparatif antara beberapa kidung Sunan Kalijaga untuk menilai variasi gaya hipnoterapi dalam teks-teks dakwah, dan (3) kajian etnografis tentang bagaimana praktik pengucapan kidung ini masih dipraktekkan dalam komunitas modern dan dampaknya terhadap kohesi sosial. Dengan mengembangkan ketiga arah tersebut, peneliti dapat menggali lebih dalam hubungan antara seni tradisional, psikologi kontemporer, dan efektivitas dakwah dalam konteks budaya yang terus berubah.

  1. Peta Teori Hermeneutik dan Implikasinya dalam Komunikasi Dakwah | Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran... bilhikmah.stidalhadid.ac.id/index.php/jurnal/article/view/23Peta Teori Hermeneutik dan Implikasinya dalam Komunikasi Dakwah Bil Hikmah Jurnal Komunikasi dan Penyiaran bilhikmah stidalhadid ac index php jurnal article view 23
  2. Makna Tawakal Menghadapi Pandemi dalam Lagu ‘Tanpamu’ Karya Opick : (Kajian Hermeneutik Schleiermacher)... doi.org/10.55372/hikmah.v1i01.5Makna Tawakal Menghadapi Pandemi dalam Lagu AoTanpamuAo Karya Opick Kajian Hermeneutik Schleiermacher doi 10 55372 hikmah v1i01 5
Read online
File size405.79 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test